Tips Mudik Sehat, Aman dan Selamat

Kategori : Informasi Selasa, 20 Juni 2017

Mudik atau pulang ke kampung halaman adalah ritual tahunan masyarakat Indonesia menjelang lebaran, begitu juga di Aceh. Memasuki minggu terakhir bulan puasa, tradisi masyarakat Indonesia menjelang lebaran adalah melakukan perjalanan pulang kampung atau biasa disebut mudik. 

Tradisi mudik menjelang lebaran seolah-olah telah membudaya bagi sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya yang hidup diperantauan. Kerinduan akan kampung halaman, orang-orang tercinta, sanak keluarga ataupun kawan yang telah lama tidak berjumpa merupakan alasan sebagian besar orang melakukan mudik. Aneka tujuan mudik, dari dan ke seluruh penjuru nusantara, untuk bertemu sanak keluarga dan merayakan kemenangan bersama-sama. Mudik dan bertemu dengan sanak keluarga selain dapat melepas kerinduan juga dapat mempererat tali silaturahmi.

Oleh karena itulah banyak yang rela menyisihkan waktu, ongkos, tenaga untuk sekedar berburu tiket pulang atau mudik dengan kendaraan pribadi sering menjadi  pilihan utama. Disamping lebih leluasa, juga mempermudah pengaturan jadwal dan tempat yang hendak dikunjungi.

Namun perlu diingat bahwa mudik dengan kendaraan sendiri membutuhkan kondisi fisik yang prima terlebih lagi jika kita mengemudi sendiri tanpa ada pengemudi pengganti. Perjalanan mudik yang panjang dan lama pasti akan menimbulkan kelelahan. Kelelahan akan mengurangi konsentrasi dan dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terinfeksi berbagai penyakit.

Tradisi mudik jelang hari raya ini juga menyebabkan adanya penumpukan penumpang di Terminal, Bandara, Pelabuhan, Jalan raya dan tempat-tempat tertentu yang berada di jalur mudik angkutan lebaran.

Peningkatan jumlah pemudik meningkatkan pula potensi terjadinya kecelakaan serta masalah kesehatan, seperti ispa, infeksi saluran cerna seperti diare yang biasanya disebabkan oleh makanan yang tidak higinies yang sering dibeli pemudik dipinggir jalan,  kambuhnya penyakit yang diderita, dan lain sebagainya. Untuk itu perjalanan mudik harus dipersiapkan seoptimal mungkin agar aman di perjalanan, selamat saat tiba di tempat tujuan dan sehat saat berkumpul bersama sanak keluarga. 

Mudik harus dipersiapkan secara benar, terutama kondisi fisik dan kondisi kendaraan. Hal ini untuk menciptakan rasa aman dan nyaman selama perjalanan.

Tips untuk mudik sehat, aman, dan selamat.

Berikut ini adalah 15 tips mudik sehat, aman dan selamat. 15 Pesan Tips Mudik Sehat, Aman dan Selamat ini ditujukan kepada pemudik, pengemudi dan masyarakat umum:

  1. 1). Siapkan fisik yang sehat dan prima sebelum mudik;
  2. 2). Periksa kondisi kelayakan kendaraan;
  3. 3). Tidak meminum obat-obatan atau minuman yang menyebabkan kantuk sebelum dan selama  mengemudi;
  4. 4). Beristirahat selama 15 menit setiap telah mengemudi selama 4 jam;
  5. 5). Jangan paksakan mengemudi bila sudah lelah atau mengantuk;
  6. 6). Disiplin dan patuh rambu lalu lintas;
  7. 7). Kendalikan kecepatan kendaraan pada kondisi jalanan rusak, bergelombang, saat hujan, dan cuaca buruk;
  8. 8). Kendaraan tidak melebihi muatan yang layak;
  9. 9). Gunakan masker dan lindungi diri dari polusi udara;
  10. 10). Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal;
  11. 11). Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum makan;
  12. 12). Konsumsi makanan dan minuman yang sehat, perbanyak makan buah dan sayur;
  13. 13). Buanglah sampah pada tempatnya;
  14. 14). Tidak buang air kecil/besar sembarangan, gunakan toilet yang tersedia; dan
  15. 15). Bila sakit, manfaatkan pos kesehatan terdekat.
 

Agar perjalanan ke kampung halaman tetap sehat, aman dan selamat,kepada para pemudik harus selalu ada persiapan seperti menyiapkan fisik yang prima, konsumsi buah dan sayur, tetap berperilaku sehat, jauhi narkoba dan alkohol, serta tidak merokok.

Jangan memaksakan diri mengemudi jika lelah atau mengantuk. Terkadang pengemudi tidak mengindahkan durasi mengemudi yang lebih dari empat jam, terkadang mereka tak istirahat. Itu harus dihindari. Istirahat selain baik bagi kebugaran, juga baik untuk mendinginkan mesin kendaraan. Sebaiknya beristirahat setiap 4 jam perjalanan.

Saat istirahat ini, bisa juga dilakukan sedikit peregangan, dengan gerakan peregangan yang mudah dan sederhana. Terlalu lama duduk di kendaraan, kadang juga menyebabkan otot-otot jadi kaku atau tidak rileks. Dengan adanya peregangan ini tentunya akan kembali membuat kita jadi rileks dan lebih bugar tentunya, perjalananpun lancar.

Bagi yang mudik menggunakan roda 2, sebaiknya gunakan masker untuk melindungi diri dari debu, asap dan polusi lainnya. Pastikan juga untuk tidak lupa menggunakan helm, disiplin dan patuhi rambu-rambu lalulintas yang ada.

Selain itu, bagi pemudik yang sudah punya riwayat penyakit tertentu, pemudik diimbau membawa obat-obatan pribadi guna mengantisipasi kambuhnya penyakit di perjalanan atau di kampung halaman.Hal itu untuk meminimalisasi risiko dari serangan penyakit. Biasanya karena faktor kelelahan di jalan, penyakit yang diderita akan cepat kambuh. Dengan adanya obat yang biasa dikonsumsi, hal itu bisa diantisipasi tanpa harus ke dokter atau rumah sakit. Tapi harus diingat bagi pengemudi jangan sampai memakai obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk baik sebelum atau selama mengemudi dan apalagi sampai meminum minuman yang beralkohol  ketika mengemudi. Siapkan fisik yang sehat dan prima ketika mudik, khususnya bagi pengemudi. 

Hubungi 119 Jika Alami Kegawatdaruratan & Manfaatkan Posko Kesehatan

Bagi pemudik yang mengalami kegawatdaruratan medis di perjalananan dan membutuhkan ambulan bisa memanfaatkan layanan Call Center PSC 119 dari Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (P2KK) Aceh . Layanan Call Center PSC 119 P2KK Aceh ini  melayani kegawatdaruratan medis dan non medis. Yang termasuk kedalam kegawatdaruratan medis seperti gangguan kesehatan dan kecelakaan. Layanan ini bisa  juga digunakan untuk kegawatdaruratan non-medis seperti kejadian kebakaran atau bencana alam, atau kegawatdaruratan lainnya. Layanan PSC 119 dari P2KK Aceh ini  tentunya bisa diakses  24 jam.

Dengan menghubungi Call Center PSC 119 P2KK Aceh bila terjadi sesuatu kecelakaan atau kegawatdarutan yang membutuhkan penanganan segera, tim di call center 119 bisa membuat networking supaya cepat penanganannya. Misalnya ada telepon yang mengalami kecelakaan, petugas operator langsung mendeteksi lokasinya yang terdekat dengan call centre. Nanti akan segera dikerahkan pertolongan yang ditangani di daerah terdekat. Untuk wilayah area layanan Banda Aceh dan Aceh Besar selain nomor 119, anda juga bisa menghubungi nomor 0651 22118.

Pemudik juga bisa memanfaatkan jaringan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) terdekat. Relawan RAPI sebagai relawan komunikasi juga sangat berperan dalam  membantu kelancaran arus mudik dengan membantu memberikan informasi dan komunikasi di sepanjang jalur mudik, termasuk juga jika terjadi kegawatdaruratan ataupun kecelakaan di jalan raya. 

Selain  itu, pemudik juga bisa memanfaatkan  posko pelayanan kesehatan di sepanjang jalur mudik yang dikoordinasikan oleh Dinkes Provinsi dan Dinkes kabupaten/kota setempat. Karena itu pemudik perlu melengkapi diri dengan brosur panduan mudik yang biasanya mencantumkan selain rute mudik, juga nomor-nomor bantuan yang bisa diakses seperti kantor polisi, rumah sakit, Puskesmas, SPBU, Dinas Perhubungan, RAPI, Jasa Raharja serta lainnya. Selain itu, untuk pemudik di wilayah Aceh juga bisa memanfaatkan buku panduan mudik lebaran tahun 2017, yang bisa di unduh di link ini.

Akhir kata kami ucapkan selamat mudik, semoga selamat sampai tujuan dan tetap sehat saat lebaran dan bisa berkumpul bersama keluarga, sahabat dan semua handai taulan. Salam.

Penulis :
Cut Ampon
(Staf Promkes, pendiri media sosial Promkes Aceh, penyelia pada Situs Inspirasi Sehat, http://www.dinkes.acehprov.go.id)
Email : amponte_te_usk@yahoo.com

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32