Hari Malaria Sedunia : Aceh Raih Piala Bergilir Nasional Mikroskopis Malaria

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI bersama Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara menyerahkan piala bergilir nasional Kementerian Kesehatan RI Mikroskopis Malaria kepada Irnawati A.Md, AK, SKM, di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) Kalimantan Timur, pada 15 Juni 2023.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI bersama Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara menyerahkan piala bergilir nasional Kementerian Kesehatan RI Mikroskopis Malaria kepada Irnawati A.Md, AK, SKM, di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) Kalimantan Timur, pada 15 Juni 2023.

(BANDA ACEH) -- Akhirnya Aceh meraih piala bergilir nasional Kementerian Kesehatan RI Mikroskopis Malaria di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) Kalimantan Timur pada 15 Juni 2023 dalam rangka memperingati hari Malaria Sedunia (HMS).

Prestasi ini diraih setelah melewati seleksi bertahap yang dilalui oleh Irnawati, A.Md, AK, SKM, staf Dinas Kesehatan Kota Sabang yang mewakili Provinsi Aceh, mengungguli 32 provinsi lain.

Penghargaan diserahkan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Bersama Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kejuaraan ini diperlombakan secara nasional setiap tahunnya sejak 2017 yang pernah dimenangkan oleh Provinsi Maluku Utara, dilanjutkan dengan Provinsi Lampung, Papua Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan dan pada tahun 2023 ini beralih ke Provinsi Aceh.

Irnawati adalah anggota tim pemeriksa malaria Aceh, bersama dengan Unicef, WHO, Dinkes
Aceh, Dinkes Kota Sabang, Balai Litbangkes Aceh Kemenkes RI dan Lembaga Eijkman.

Ditempat terpisah Dr. Fahmi Ichwansyah, S.Kp, MPH yang juga Kepala Balai Litbangkes Aceh yang lembaganya akan bertransformasi menjadi Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kemenkes RI, menjelaskan bahwa Mikroskopis Malaria adalah pemeriksaan laboratorium untuk menentukan positif dan negatif malaria termasuk mendeteksi sensitifitas, spesifitas, dan keakurasi spesies malaria.

Pemeriksaan ini sangat penting untuk menegakkan diagnosis malaria di Puskesmas, klinik dan rumah sakit yang akan mendukung program pengobatan. Selain itu juga mempermudah upaya pencegahan dan surveilans malaria.

Fahmi menambahkan bahwa saat ini Balai Litbangkes Aceh bersama Dinas Kesehatan Aceh sedang melakukan surveilans malaria knowlesi di Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Selatan.

Surveilans dilakukan juga di Provinsi Sumatera Utara. Malaria knowlesi adalah malaria yang disebabkan oleh plasmodium knowlesi yang berasal dari monyet ekor panjang (Macaca fascicularis).

Pemeriksan dilakukan pada laboratorium Balai Litbangkes Aceh mencakup pemeriksaan mikroskopis dan biomolukuler.

👁 468 kali

Berita Terkait