Kabid P2P Dinas Kesehatan Aceh :

Masyarakat Aceh diminta untuk mewaspadai dan siaga terhadap penyebaran penyakit Difteri yang sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di Provinsi Aceh. Diketahui sejak Januari hingga Februari 2017 telah ditemukan sebanyak 46 kasus difteri di mana tiga korbannya meninggal dunia.

Hal itu disampaikan Kabid P2P Dinas Kesehatan Aceh, Abdul Fatah saat ditemui di ruangannya Jumat 24 Februari 2017.

“46 kasus ini yang kita nyatakan suspek difteri, dalam konteks penyakit difteri ini apabila suspek, tata laksananya sudah masuk KLB dan tidak menunggu hasil Lab,” katanya.

Ia menjelaskan, dari 46 kasus tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia. Selain itu di Aceh Timur terdapat sekitar 18 kasus suspek (kss), Aceh Utara 6 kss, Pidie Jaya 10 kss, Banda Aceh 6 kss, Aceh Besar 1 kss, Lhokseumawe 1 kss, Bireuen 2 kss dan Aceh selatan 1 kss.

“Saat ini pasien tersebut ditempatkan di beberapa rumah sakit yang memiliki ruang isolasi, termasuk dua pasien dari Aceh Timur yang masih dirawat di rumah sakit Adam Malik Medan.”

Abdul Fatah menjelaskan, difteri ini sangat cepat menular melalui udara, seperti batuk, karena percikan air liur dan terkena sentuhan si penderita penyakit difteri. Penyakit ini menyerang selaput lendir pada hidung, tenggorokan disertai demam dan sesak nafas. Penyebab awal hingga terkena difter itu dikarenakan belum meratanya proses imunisasi di seluruh pelosok Aceh. Dari data yang diperoleh, cakupan proses Imunisasi di Aceh baru 64 persen.

“Banyak orang tua tidak bersedia anaknya diimunisasi dengan berbagai alasan seperti takut anaknya demam, dan yang paling besar pengaruhnya di Aceh itu adalah karena isu bahwa vaksin itu haram yang selalu di hembuskan oleh oknum yang anti program imunisasi,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi meluasnya penyakit difteri ini, Dinkes Aceh menghimbau agar orang tua segera memberikan imunisasi kepada anak. Karena hanya cara seperti itu yang dapat mencegah tertularnya penyakit difteri.

“Cara mencegahnya hanya dengan memberikan imunisasi. Sehingga ketahanan tubuh anak bisa kebal dari penyakit difteri ini.”

👁 835 kali

Berita Terkait