Kadinkes Aceh, dr. Hanif : Cegah Stunting, Ibu Hamil & Balita Perbanyak Konsumsi Protein Hewani

Kadinkes Aceh, dr. Hanif, saat menemani ibu Pj. TP-PKK Aceh, Ayu Marzuki meninjau lokasi pelayanan kesehatan bergerak DTPK Aceh di Desa Simpur Jaya, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara pada Selasa (25/07).
Kadinkes Aceh, dr. Hanif, saat menemani ibu Pj. TP-PKK Aceh, Ayu Marzuki meninjau lokasi pelayanan kesehatan bergerak DTPK Aceh di Desa Simpur Jaya, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara pada Selasa (25/07).

(Kutacane, 25/07) -- Kadinkes Aceh, dr. Hanif memberi pesan khusus kepada ibu hamil dan anak balita harus lebih banyak mengkonsumsi protein hewani agar terhindar dari Stunting. Hal itu dikatakan Kadinkes saat menemani kunjungan kerja ibu Pj. Ketua TP-PKK Aceh, Ayu Marzuki, di Desa Simpur Jaya, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara pada Selasa (25/07).

Ibu hamil harus banyak makan. Porsi makan ibu hamil harus lebih banyak dari pada sebelum hamil, kalau biasa makannya 1 potong ikan, saat hamil harus makan 2 potong ikan. Karena janin sangat membutuhkan asupan protein hewani agar anak yang dilahirkan kelak tidak mengalami Stunting.

Perkembangan anak saat ditentukan pada 1000 HPK kehidupan sampai dengan dengan anak berusia 5 tahun, karena pada periode ini, anak mengalami pertumbuhan yang sangat cepat.

Saat anak-anak minta jajan, kurangi jajanan yang tidak penting.

"Kalau anak lapar, biasakan anak-anak untuk diberikan telur rebus saat lapar", ujar dr. Hanif.

Menurut Kadinkes Aceh itu, nutrisi dalam sebutir telur sangat kaya akan zat gizi yang bisa mencegah anak menjadi Stunting.

"Dalam sebutir telur itu, banyak sekali mengandung zat gizi. Telur banyak protein hewani dan asam amino esensial yang sangat bagus bagi perkembangan anak. Protein hewani itu sangat bagus untuk perkembangan balita. Untuk mencegah stunting, anak bisa diberikan dua porsi makanan tinggi protein hewani setiap hari, bisa berupa kombinasi antara telur dan ikan, telur dan ayam atau ikan dan ayam atau daging", tambah dr. Hanif.

Sekarang ini ibu hamil harus memeriksakan kesehatannya sebanyak 6 kali selama kehamilan, dimana 2 kali diantaranya harus dilakukan pemeriksaan oleh dokter menggunakan USG. Hampir semua Puskesmas saat ini sudah tersedia USG.

Kadinkes Aceh itu juga meminta kepada ibu-ibu PKK, baik PPK Kecamatan maupun PKK Kabupaten, apabila turun ke desa untuk selalu melihat grafik perkembangan balita di buku KIA.

"Tugas ibu-ibu PKK, kalau berkunjung desa. Tolong dilihat grafik perkembangan balita di buku KIA. Jangan sampai jatuh di garis merah. Atau jangan sampai naik berat badannya sedikit. Satu lagi, tolong diperhatikan, jangan sampai grafiknya datar. Apalagi sampai turun berat badannya, ini perlu menjadi perhatian kita. Hal-hal seperti ini yang harus diintervensi dan menjadi perhatian kita agar anak-anak tidak Stunting", jelas dr. Hanif.

Ia juga menitip pesan kepada para ibu PKK saat turun ke desa untuk memberikan perhatian khusus kepada kesehatan anak balita. Tolong di cek, status imunisasinya, apakah sudah lengkap atau tidak, ada pergi ke Posyandu tidak, anak-anaknya ada mendapatkan makanan dengan gizi seimbang apa tidak, ada konsumsi sayur dan buah apa tidak. Ini penting untuk menjamin generasi ke depan menjadi generasi yang sehat.

Kadinkes juga menjelaskan bahwa saat ini sudah ada dana khusus di Puskesmas yang dianggarkan untuk makanan bagi ibu hamil KEK. "Ada dana BOK salur yang disalurkan ke Puskesmas. Dianggarkan untuk makanan bagi ibu hamil KEK, untuk menekan angka Stunting", tambah Kadinkes.

Sementara itu, ibu ketua TP-PKK desa Simpur Jaya, Munawwarah menyebutkan jika angka stunting Simpur Jaya pada tahun 2021 ada 34 anak. Di desa Simpur Jaya, ada kegiatan rumoh gizi. Kegiatannya berupa pemberian makanan tambahan, ada bubur, susu, sup yang diberikan seminggu sekali yang diberikan secara bergantian.

Makanan lain yang diberikan kepada anak balita di rumoh Gizi ini berupa nasi, daging ayam, ikan dan jus.

Menurut Munawwarah, akibat intervensi rutin yang dilakukan di desanya ini, sekarang anak stunting sudah banyak mengalami penurunan.

"Awalnya ada 34 anak yang mengalami Stunting di desa kami, di desa Simpur Jaya ini, sekarang sudah banyak berkurang, menjadi 22 anak saja saat ini", ujarnya.

Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak DTPK Dinkes Aceh Layani Kesehatan Warga

Di Lokasi tersebut, di Desa Simpur Jaya, Ketambe Aceh Tenggara, juga memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di lokasi, meliputi pelayanan kesehatan spesialistik, pelayanan kesehatan umum, pelayanan dokter gigi dan mulut, pelayanan kesehatan ibu dan anak, promosi kesehatan dan kesehatan lingkungan.

Untuk pelayanan spesialistik tim Pelayanan kesehatan bergerak mendatang beberapa dokter spesialis, terdiri dari dokter spesialis anak, spesialis THT, dokter gigi, dokter spesialis Obgyn & penyakit kandungan, spesialis kesehatan keluarga dan dokter umum. Tim ini juga membawa alat USG portabel dari Banda Aceh yang digunakan untuk memeriksa kesehatan kandungan para ibu hamil di lokasi pengobatan. Lokasi pengobatan ini juga ikut dikunjungi oleh ibu PJ.TP-PKK Aceh, ibu Ayu Marzuki beserta rombongan.

👁 1209 kali

Berita Terkait