Kenali Perbedaan Rubella dan Campak

(BANDA ACEH) -- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, Iman Murahman menyebutkan, campak dan rubella di kalangan masyarakat sering dianggap sama. Padahal dua penyakit itu jauh berbeda, baik gejala maupun efek yang ditimbulkan.

"Campak berbahaya kalau terkena pada anak, bila komplikasi bisa radang paru-paru, radang otak,” kata Iman, Rabu, 15 Maret 2023. “Kalau rubella berbahaya bagi ibu hamil di trimester pertama.”

Rubella jika terinfeksi pada ibu hamil, kata dia, anak yang dilahirkan akan mengalami kelainan. Seperti tuli, buta, cacat mental hingga batok kepala anak mengecil.

"Jadi kesedihan sendiri sebenarnya, anak kita sangat perlu sekali diberikan imunisasi," ujar dia.

Iman menjelaskan, gejala rubella awalnya dimulai dari demam ringan. Mulai dari sakit kepala, hidung tersumbat, gatal-gatal, kelenjar getah bening yang membesar pada belakang leher, belakang telinga hingga tengkorak, lalu muncul ruam halus warna merah muda di wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.

"Gejala bisa ringan atau tanpa gejala pada banyak orang, namun bakal serius bagi bayi yang belum lahir yang ibunya itu terinfeksi selama hamil," sebut Iman.

Sedangkan campak, kata Iman, penderita akan mengalami demam tinggi disertai batuk atau pilek. Lalu muncul bercak kemerahan pada kulit merupakan gejala awal munculnya penyakit campak. Kemudian, penderita akan mengalami kemerahan pada mata, terjadi ruam merah dibagian tubuh, ruam tersebut berawal dari belakang telinga.

Iman mengatakan, penyakit ini dapat menular melalui udara saat penderita batuk, bersin atau berbicara. Apalagi kalau mencium penderita campak, saling tukar minuman bahkan makanan, bersalaman, atau memeluk seseorang yang sakit campak, begitupun dari ibu hamil ke bayinya baik selama persalinan atau ketika menyusui.

"Kalau campak tidak ditangani dengan sepat maka menyebabkan komplikasi kesehatan, bahkan kematian," kata dia.

Untuk itu, Iman menghimbau seluruh masyarakat untuk segera melakukan imunisasi. Sebab bila sudah terjadi efek samping dari rubella, maka penyembuhan akan dilakukan seumur hidup kepada penderita.

"Sayang sekali kalau anak kita cacat, tidak punya pendengaran dan harus kita berikan alat bantu dari kecil yang memang harganya sangat mahal begitupun dengan pengobatan mata yang luar biasa. Harusnya bisa kita cegah dengan imunisasi pada anak," ujar Iman.

👁 11878 kali

Berita Terkait