Kenali Rubella, Dampak hingga Pencegahannya

(BANDA ACEH) -- Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh, Aslinar mengatakan, rubella merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, penularannya terjadi lewat saluran nafas manusia. Penderita akan mengalami gejala demam ringan dan bisa timbul ruam pada seluruh tubuh.

Aslinar menyebutkan, ruam yang timbul di badan biasa rentan waktu tiga hari. Kemudian dijumpai pembesaran kelenjar getah bening dibelakang telinga, serta leher.

“Nah, rubella ini sebenarnya bisa ringan saja, bahkan pada dewasa ada yang tidak mengeluhkan gejala," sebut Aslinar, pada Selasa, 14 Maret 2023.

Menurut Aslinar, kalau anak dan orang dewasa menderita rubella kemungkinan besar bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi bisa menularkan virus ke orang lain.

Kalau virus sampai tertular ke wanita hamil, kata dia, maka itu akan bermasalah. Wanita hamil trimester satu yang menderita rubella, kandungannya bisa mengalami keguguran.

Aslinar menyebutkan, penderita rubella bisa melahirkan bayi dengan sindrom rubella kongenital. Yakni, berupa penyakit yang dapat menimbulkan efek. Seperti gangguan sistem saraf pusat, ukuran kepala bisa kecil (mikrosefal), atau bisa mengenai pendengaran (tuli).

“Juga bisa mengelami bocor jantung serta gangguan penglihatan (katarak kongenital),” sebut dia.

Di Aceh, kata Aslinar, kasus rubella sudah ditemukan. Selama ini ada anak yang lahir terkena CRS. Hal itu disebabkan karena ibu pada saat sedang mengandung menderita rubella.

Aslinar menjelaskan, kasus rubella dapat dicegah dengan pemberian vaksin Measles Rubella (MR), yang diberikan pada saat usia anak masuk umur sembilan bulan. Kemudian diberikan dosis booster usia 18 bulan, lalu saat anak masuk Sekolah Dasar (SD) pada kelas satu.

Kini, kata Aslinar, Pemerintah telah menyediakan vaksin MR secara gratis dan tersedia di Puskesmas, serta rumah sakit. “Tiga kali pemberian vaksin MR itu akan mencegah anak-anak kita terkena campak dan rubella," kata dia.

Aslinar berharap, orang tua mengizinkan anaknya untuk imunisasi lengkap termasuk untuk vaksin MR. Karena imunisasi bagian dari iktiar agar dari rubella.

"Kita khawatir kalau ibu hamil menderita rubella maka akan lahir anak yang terkena syndrome Rubella,” kata dia.

Aslinar menjelaskan, jika sudah lahir bayi dengan syindrom rubella, maka penangganan harus sesuai dengan kelainannya. Apabila anak terkena kelainan jantung, kata dia, harus ditangani langsung dokter spesialis.

"Kalau ada kelain mental maka akan ditanggani oleh dokter spesialis anak bagian sup spesialis saraf atau tumbuh kembang," ujarnya.

 

👁 6011 kali

Berita Terkait