Mencegah Kanker Serviks Sejak Usia Muda

Ilustrasi pemberian imunisasi human papillomavirus (HPV)
Ilustrasi pemberian imunisasi human papillomavirus (HPV)

(JAKARTA) -- Kementerian Kesehatan memperluas pemberian imunisasi human papillomavirus (HPV) secara nasional dengan tujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker leher rahim sejak dini, Pencanangan dilaksanakan pada Rabu, 9 Agustus 2023, di SDN 8 Tondano, Minahasa Utara, Sulawesi Utara,

"Vaksin HPV sangat penting untuk melindungi anak perempuan dari kanker serviks atau kanker leher rahim. Setiap tahun, kanker serviks yang tercatat hampir 40 ribu orang dengan case fatality rate sekitar 50 persen, karena mereka datang sudah terlambat, selain skrining atau deteksi dini, Imunisasi itu yang paling murah, Kalau sudah kena kanker serviks, sudah pasti mahal biayanya. Untuk itu, Kemenkes melakukan perluasan HPV secara nasional,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu.

Kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian tertinggi nomor dua dan salah satu beban pembiayaan kesehatan terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Globocan tahun 2021, terdapat 36.633 kasus kanker serviks di Indonesia dengan angka kematian yang terus meningkat.

Penyebabnya beragam, tetapi sebagian besar atau sekitar 95 persen disebabkan oleh infeksi HPV, Walaupun memiliki risiko kematian tinggi, kanker serviks dapat dicegah. Salah satunya melalui pemberian Imunisasi HPV.

Maxi menyebutkan pemberian Imunisasi HPV di Indonesia telah dimulai sejak 2016 di 20 kabupaten/ kota dan diperluas pada 2022 menjadi 112 kabupaten/kota. Pada 2023, sejalan dengan agenda transformasi kesehatan pilar pertama yakni transformasi layanan primer, cakupan imunisasi HPV diperluas secara nasional.

Ia menambahkan pemberian Imunisasi HPV kali ini ditargetkan menyasar sekitar 2,9 juta anak Indonesia. Utamanya anak perempuan usia kelas S SD/MI/sederajat (usia 11 tahun bagi anak yang tidak bersekolah) untuk dosis pertama. Selanjutnya, dosis kedua diberikan pada anak perempuan usia kelas 6 SD/MI/ sederajat (usia 12 tahun).

Pemberian imunisasi bagi anak sekolah dilaksanakan melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS. Sedangkan untuk anak yang tidak bersekolah, imunisasi dapat
dilaksanakan di posyandu, puskesmas, atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Maxi menekankan perluasan pemberian imunisasi HPV merupakan bagian dari percepatan penurunan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks. Untuk itu, pihaknya berharap pencanangan nasional Ini menjadi momentum untuk menggalang dukungan dari seluruh pengambil kebyakan, lintas sektor, serta seluruh komponen masyarakat agar program ini bisa berhasil.

“Kolaborasi kita bersama tentu dapat mempercepat transformasi kesehatan utamanya layanan primer. Imunisasi adalah investasi yang murah untuk melindungi anak-anak kita dari kanker leher rahim. Sampaikan kepada masyarakat, terutama yang memiliki anak perempuan usia 11 dan 12 tahun, untuk segera memanfaatkan program pemerintah tni," ujar Maxi.

 

👁 1458 kali

Berita Terkait