Dyah Erti Idawati Launching Rumoh Gizi Gampong Pertama di Aceh

Kategori : Berita Jumat, 12 Juli 2019
Print Friendly and PDF
Pesankan Pentingnya Asupan Gizi Seimbang dengan protein yang cukup serta  pentingnya Penggunaan Buku KIA bagi ibu Hamil dan Balita untuk Cegah Stunting Sejak Dini
Pesankan Pentingnya Asupan Gizi Seimbang dengan protein yang cukup serta pentingnya Penggunaan Buku KIA bagi ibu Hamil dan Balita untuk Cegah Stunting Sejak Dini

Rumoh Gizi Gampong (RGG) pertama di Aceh resmi di Launching oleh ibu Wakil Ketua PKK Provinsi Aceh hari ini (Jumat, 12/07/2019) di desa Bandar Lampahan Kec. Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Acara yang dipusatkan di Posyandu Sinar Bahagia desa setempat  selain dihadiri ibu Wakil TP-PKK Provinsi Aceh juga turut dihadiri oleh ibu Ketua TP-PKK Kabupaten Bener Meriah, Ny. Nikmah Sarkawi. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif dan Kepala Dinas Kesehatan Bener Meriah juga terpantau hadir dilokasi.

Dalam kesempatan tersebut, Dyah Erti Idawati menegaskan bahwa launching ini sebagai tindak lanjut dari implementasi salah satu bagian dari Peraturan Gubernur Aceh No. 14 Tahun 2019, tentang upaya pencegahan dan penanganan stunting di Aceh. 

"PKK tentunya bisa menjadi mitra strategis pemerintah  untuk bisa menurunkan angka stunting ini sampai dengan tujuan kita pada tahun 2022 secara optimis bisa ditekan ke angka yang seoptimal mungkin", harap Dyah.

Dyah Erti juga merasa prihatin dengan masih tinggi status stunting di Aceh, tak terkecuali dengan Kabupaten Bener Meriah. Dyah menyebut Bener meriah merupakan daerah yang berlimpah dengan sumber-sumber makanan, daerah ini kaya dengan buah, sayur, protein dan sebagainya yang berlimpah, tapi masih banyak ditemui anak-anak yang masih stunting.

Selain membangun Rumoh Gizi Gampong, kata Dyah, ada beberapa cara yang dapat dilakukan pengurus PKK maupun masyarakat dalam mencegah stunting. Salah satunya rutin membawa bayi dan balita ke Posyandu. Kemudian, bagi pengurus PKK di seluruh desa juga harus ikut mensosialisasikan makanan bergizi bagi orang tua maupun anak.

Dyah juga mengajak para orangtua agar memprioritaskan pemberian makanan bergizi kepada anak-anak berusia balita. Dia juga meminta ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan bergizi, sebab perkembangan otak anak sudah dimulai sejak dalam kandungan. "Mohon bagi kita di sini untuk ikut mensosialisasikan kepada yang tak hadir, maupun ke masyarakat kampung tetangga, mari kita sukseskan pencegahan stunting, " ujar Dyah.

Pesankan Pentingnya Penggunaan Buku KIA bagi ibu Hamil dan Balita untuk Cegah Stunting Sejak Dini

Dyah Erti memaparkan selain pentingnya rumah gizi hadir disetiap desa di Aceh, ada hal lain yang juga menjadi temuan PKK Aceh saat berkeliling ke seluruh Aceh. Dyah memaparkan bahwa masih banyak ibu-ibu hamil dan anak balita yang masih belum menggunakan buku KIA secara benar. Temuan PKK masih banyak yang tidak melakukan pencatatan tinggi badan anak dibuku KIA tersebut. 

"Mengenai pencatatan yang menjadi temuan PKK, setiap ibu hamil dan balita punya buku KIA. Dibuku KIA ini sering kali masih belum tercatat tinggi anak. Kalau berat badan, biasanya orang tua sudah punya kesadaran untuk membawa anaknya ke posynadu dan menimbang anaknya".

Dyah juga memesankan supaya anak-anak dapat tumbuh dengan baik dan optimal, kepada anak harus selalu diberikan makanan dengan gizi yang cukup. Salah satunya anak harus dijamin untuk mendapatkan protein yang memmadai. Salah satu sumber protein yang paling bagus untuk meningkatkan kecerdasan anak dan mencegah anak agar tidak stunting adalah selalu memberikan ikan kepada anak-anak dalam jumlah yang cukup.

"Kalau makan itu, lauknya gak mesti daging, ikan adalah sumber protein yang cukup bagus untuk anak", tambahnya.  

Dyah juga mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimabgng yang berpedoman pada Isi Pringku, dimana dalam konsep isi piringku ini, masyarakat diajak untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah dalam setiap porsi makanan yang dikonsumsi sehari hari. Dyah menyebutkan dalam dalam konsep Isi Piringku ini, setengah piring dari makanan kita seharusnya berisi buah dan sayur. Setengahnya lagi adalah berisi makanan pokok dan lauk-pauk.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Dr. Hanif, mengatakan pencanangan Rumoh Gizi Gampong di desa tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Aceh nomor 14 tahun 2019 tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting di Aceh. Dia berharap, seluruh TP PKK kabupaten/kota dapat menggerakkan pembangunan Rumoh Gizi Gampong di setiap desa, melalui anggaran dana desa.

"Kami berharap Rumoh Gizi Gampong ini tak hanya sebatas launching, kami berharap pak camat terus mendukung berjalannya Rumoh Gizi ini dengan cara mengalokasikan dana untuk operasional," ujar Hanif.

Hanif menuturkan saat ini di Bener Meriah terdapat 45 kasus gizi buruk. Di Aceh, secara keseluruhan jumlah balita yang mengalami stunting mencapai angka 37,9 persen. Stunting, salah satunya disebabkan oleh pola asupan makanan yang salah, seperti kurang mengandugnya protein dan karbohidrat di dalam makanan.

"Mudah-mudahan dengan kondisi Bener Meriah yang kaya akan produksi buah buahan dan makanan bergizi dapat menghilangkan anak yang mengalami stunting," ujar Hanif.

Sementara itu, Camat Timang Gajah, Budi Nugroho, mengatakan menyambut baik pembangunan Rumoh Gizi Gampong di daerahnya sebagai bentuk stimulan untuk menggerakkan daerah lain membangun Rumoh Gizi Gampong. "Terima kasih sebanyak-banyaknya kami sampaikan dari masyarakat Bener Meriah, khususnya masyarakat Timang Gajah," kata Budi

Rumoh Gizi Gampong Untuk Cegah Stunting Sejak Dini

Rumoh Gizi Gampong merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat di tingkat desa/gampong dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan RGG mencakup kombinasi program-program spesifik dan sensitif untuk pencegahan dan penanganan stunting di Aceh.

Empat kegiatan utama RGG adalah 1). Memberikan edukasi gizi dan monitoring pertumbuhan dan konsumsi secara terstruktur pada kelompok risiko (bumil, ibu balita, remaja putri, dll), 2. Memberikan pelayanan gizi dan memastikan kelompok risiko mendapatkan layanan kesehatan dan gizi (PMT, suplementasi gizi, dll), 3. Meningkatkan ketahanañ dan keamanan pangan keluarga melalui pengembangan Rumah pangan lestari berbasis stunting (RPL-Stunting), serta 4. Pemberdayaan ekonomi keluarga.

RGG adalah milik gampong sehingga semua sektor (kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, pkk, pemberdayaan perempuan, sosial, dan lainnya) dapat berkontribusi di dalam RGG ini.

Ia berharap semoga semua desa di Aceh mempunyai "Rumoh Gizi Gampong (RGG).

"AYO CEGAH STUNTING, BERSAMA KITA BISA"

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32