Dr Hanif : Belum Semua Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Untuk Pencegahan Virus Corona

Kategori : Berita Rabu, 08 April 2020
Print Friendly and PDF
Direktur RSUDZA, Azharuddin, menyerahkan dokumen 3 pasien yang telah sembuh dari virus corona kepada Kadis Kesehatan Aceh dr. Hanif, di RSUDZA minggu, 05/04/2020. Ketiga pasien itu kemudian diantar oleh petugas Dinas Kesehatan Aceh ke rumah
Direktur RSUDZA, Azharuddin, menyerahkan dokumen 3 pasien yang telah sembuh dari virus corona kepada Kadis Kesehatan Aceh dr. Hanif, di RSUDZA minggu, 05/04/2020. Ketiga pasien itu kemudian diantar oleh petugas Dinas Kesehatan Aceh ke rumah

BANDA ACEH - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh, dr Hanif menegaskan bahwa Pemerintah Aceh saat ini terus berupaya melakukan penanganan wabah pandemi virus Corona atau Covid-19. Berbagai kebijakan sudah dikeluarkan oleh Plt Gubernur Aceh agar masyarakat terhindar dari penularan wabah ini, salah satunya dengan melarang masyarakat melakukan kegiatan yang mengundang keramaian.

Tapi faktanya, pascapen cabutan jam malam pada Sabtu (4/4/2020), kondisi Banda Aceh kembali ramai. Orang-orang banyak duduk di warung kopi dengan mengabaikan protokol kesehatan. Kadinkes Aceh, dr Hanif juga mengakui hal itu. Ia mengatakan bahwa kepatuhan masyarakat Aceh dalam melaksanakan protokol kesehatan mencegah penyebaran Corona masih kurang.

"Semua masyarakat tahu (protokol kesehatan seperti menjaga jarak fisik dan tidak boleh membuat kegiatan keramaian). Tapi belum semua patuh (aturan kesehatan)," kata Hanif Selasa (7/4/2020).

Padahal, lanjutnya, Pemerintah Aceh sudah mensosialisasikan ke masyarakat mengenai bahayanya virus Corona. Bahkan, semua perangkat pemerintahan melakukan berbagai kegiatan antisipasi dalam mencegah penularan virus ini kepada warga.

Terkait tindakan apa yang akan diambil terhadap warga yang mengabaikan protokol kesehatan dengan nongkrong di warung kopi, Hanif mengatakan masih menunggu arahan Plt Gubernur Aceh.

Pembatasan skala besar
Disisi lain, Hanif juga mengatakan, saat ini Pemerintah Aceh belum mengajukan ke Kementerian Kesehatan untuk menjadikan wilayah Aceh sebagai kawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Alasannya, saat ini kondisi Aceh belum seperti kriteria yang dimaksud dalam Peraturan Kemenkes (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 untuk mengusulkan PSBB.

"Belum kita usulkan, karena belum cocok dari kriteria yang dibuat dalam Permenkes itu. Jadi sampai saat ini belum kita usulkan, kita lihat nanti," ujarnya.

Adapun salah satu kriteria wilayah untuk mengusulkan PSBB, sebut Hanif, yaitu meningkatnya jumlah pasien yang positif Covid-19. Sementara di Aceh saat ini hanya ada satu yang positif. "Jadi tidak ada alasan kita untuk mengusulkan itu, dan tentunya kita berharap tidak ada penambahan lagi ke depan, cukup ini saja dan semoga segera sembuh," harap dia.

Namun begitu, pihak Dinkes Aceh akan terus meminta arahan dari Plt Gubernur Aceh dan berkoordinasi selalu terkait kondisi Aceh saat ini. “Sebenarnya usulan PSBB tersebut penting bagi Aceh. Namun syarat itu, jadi kita belum cukup kriteria untuk mengusulkan. Semoga keadaan kita terus membaik," demikian Hanif.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32