Cegah Anemia Pada Remaja Putri Dengan Rutin Minum Tablet Tambah Darah

Kategori : Berita Kamis, 01 Desember 2022
Print Friendly and PDF
Ilustrasi Remaja Putri Minum Tablet Tambah Darah
Ilustrasi Remaja Putri Minum Tablet Tambah Darah

(Banda Aceh, 1/12) - Kondisi kekurangan sel darah merah di dalam tubuh atau yang dikenal dengan anemia bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak remaja.

Namun, dibandingkan remaja putra, remaja putri berisiko lebih tinggi mengalami anemia. Salah satu alasannya karena remaja putri mengalami siklus menstruasi setiap bulannya.

Menstruasi bulanan menyebabkan para remaja putri mudah mengalami anemia, yaitu kondisi dimana sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin didalamnya lebih rendah dari biasanya.

Hal ini bisa membuat tubuh lebih mudah lemas dan mudah untuk pingsan.

Tidak berhenti sampai disitu, dampak anemia juga menyebabkan para remaja putri mengalami berbagai kondisi seperti:
- Penurunan imunitas sehingga lebih rentan terpapar berbagai penyakit infeksi
- Penurunan prestasi di sekolah
- Penurunan konsentrasi belajar di kelas
- Penurunan kebugaran dan produktifitas kerja

Melihat kondisi demikian, maka upaya pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi penting untuk diberikan untuk remaja putri dalam proses pertumbuhannya.

Selain untuk meminimalisir potensi anemia yang berakibat terhadap kesehatan dan prestasi di sekolah, pemberian tablet tambah darah juga untuk mempersiapkan kesehatan remaja putri pada saat sebelum menjadi seorang ibu.

Pemberian TTD pada remaja putri ini untuk mencegah ibu nantinya melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR).

Dengan minum TTD secara rutin, diharapkan mampu mengurangi potensi anemia dan lahirnya bayi dalam keadaan stunting dari para ibu di Indonesia, sehingga terciptanya generasi muda dan
generasi penerus yang sehat serta mampu berdaya saing dapat terbentuk dengan maksimal.

Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk membantu mendeteksi suatu penyakit sejak dini sehingga penyakit tersebut dapat dicegah dan mendapatkan penanganan pengobatan yang tepat sebelum penyakit datang menyerang. Yuk hidup sehat, mulai dari kita, mulai dari sekarang.

Pemberian TTD Pada Remaja Putri, Upaya Cegah Stunting Sejak Dini

Kelompok Remaja Putri merupakan salah satu dari fokus upaya pencegahan stunting di Aceh. selain kelompok ibu hamil dan balita.

Remaja putri merupakan salah satu dari Kelompok sasaran yang perlu menjadi perhatian kita dikesehatan untuk mencegah anak lahir Stunting. Pada remaja putri ini yang menjadi program prioritas adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) dan rutin screening anemia. Pemberian TTD ini harus diberikan pada semua remaja putri, tingkat SMP dan SMA diseluruh Aceh selama 52 Minggu dalam setahun.

"Pemberian tablet tambah darah ini diharapkan dapat diberikan secara rutin pada hari yang sama pada semua remaja putri setiap minggunya, selama 52 Minggu dalam setahun", ujar Hanif saat memberikan arahan kepada Kadinkes dan Penanggung Jawab Program Gizi dari 23 Kabupaten/Kota pada pertemuan Penguatan Surveillans Gizi Melalui e-PPGBM di Provinsi, yang berlangsung di Aula Bapelkes Aceh, Senin, 15/08.

Kelompok sasaran selanjutnya yang perlu menjadi perhatian kita dikesehatan adalah pada ibu hamil. Mulai pemeriksaan kehamilan (ANC) selama 6 kali, pada tenaga kesehatan terlatih, dua diantaranya harus dilakukan oleh tenaga dokter.

"Bumil, selama hamil harus periksa kehamilan sebanyak 6 kali, minimal 2x ANC harus dengan dokter, selebihnya boleh sama tenaga kesehatan lainnya. Bumil juga harus meminum Tablet Tambah Darah minimal 90 tablet selama hamil. Khusus pada ibu hamil KEK, harus disertai dengan pemberian makanan tambahan berupa protein hewani", jelas Kadinkes Aceh itu lagi.

Pada kelompok ketiga, sasarannya adalah anak balita. Dikelompok ini, mulai dari pemantauan tumbuh kembang, memastikan bayi mendapatkan ASI ekslusif sejak lahir hingga anak berusia 6 bulan.

Kemudian juga pemberian makanan tambahan protein hewani bagi baduta. Tatalaksana balita dengan masalah gizi seperti merujuk balita dengan masalah gizi ke Puskesmas atau Rumah Sakit, pemberian makanan tambahan pada balita gizi kurang dan gizi buruk.

Hal selanjutnya yang penting untuk cegah stunting pada balita adalah, upaya peningkatan cakupan dan perluasan jenis imunisasi pada balita, baik imunisasi dasar, imunisasi rutin maupun imunisasi tambahan.

Jadi, yang sangat penting itu, intervensi yang diberikan pada kelompok pertama dan kedua. Tanpa mengabaikan kelompok ketiga juga tentunya.

"Intervensi spesifik yang kita berikan ke remaja putri tujuannya agar jangan sampai mereka kekurangan zat besi. Kemudian juga pemberian TTD ke ibu pada saat hamil, tujuannya juga jangan sampai terjadi kekurangan zat besi dan kekurangan gizi. Harapannya, agar jumlah anak stunting yang akan lahir nantinya akan terus berkurang di Aceh", harap Kadinkes Aceh itu.

 

 

👁 4484 Kali

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32