Untuk Kebal Dari Virus Polio : Seluruh Anak Aceh Harus Mendapatkan 2 Kali Tetes Polio.

Kategori : Berita Jumat, 20 Januari 2023
Print Friendly and PDF
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, Cut Efri Maizar, SKM
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, Cut Efri Maizar, SKM

BANDA ACEH - Agar dapat terbentuk kekebalan dari serangan virus Polio yang berbahaya, seluruh anak di Aceh yang berusia 0 -12 tahun harus dipastikan mendapatkan 2 kali tetes Polio.

Guna menanggulangi wabah Polio yang melanda Aceh, Dinas Kesehatan Aceh, dalam waktu dekat kembali melaksanakan kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub-PIN) Polio putaran kedua akan dilaksanakan di 13 Kabupaten/Kota di Aceh mulai 30 Januari 2023 mendatang.

Sementaranya sisanya 10 Kabupaten/Kota lainnya akan menyusul sejak tanggal 13 Februari 2023 mendatang.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, Cut Efri Maizar, SKM , mengharapkan seluruh pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh agar dapat melakukan penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio sesuai target yaitu minimal 95 persen anak usia 0-12 tahun mendapat tetes polio.

"Selain itu, kita juga minta pastikan seluruh anak-anak usia 0-12 tahun mendapatkan dua kali tetes polio pada dua putaran pelaksanaan sub-PIN Polio di Aceh," kata Cut Efri Maizar, Kamis (19/1).

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Aceh itu menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat bekerjasama untuk mengantarkan anak-anak untuk mendapatkan tetes Polio.

"Imunisasi merupakan upaya penanggulangan yang paling mudah dan cepat untuk memutuskan mata rantai penularan virus polio," kata Cut Efri.

Selain imunisasi, ia menghimbau agar tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan, guna terhindar dari virus polio.

Menurut Cut Efri, dampak virus polio dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen pada anak. Polio ini tidak bisa diobati dan hanya dapat dicegah melalui imunisasi. Hanya dengan pemberian imunisasi kita dapat mencegah penularan virus tersebut.

Jika upaya penanggulangan tidak dilakukan dengan cepat dan masif untuk seluruh usia sasaran, maka sangat berpotensi menularkan kepada yang lain.

"Meskipun, nantinya dilakukan fisioterapi pada anak, itu hanya sebagai upaya untuk mengurangi cacatnya, agar lebih mudah beraktivitas," pungkas Cut Efri.

 

 

👁 554 Kali

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32