Germas Saat Lebaran

Kategori : Informasi Kamis, 22 Juni 2017

Lebaran merupakan momen di mana Anda dapat berkumpul dengan keluarga besar. Silaturrahmi pasti adalah tujuan utama.  Makan saat lebaran sudah menjadi salah satu agenda wajib dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan silaturrahmi itu sendiri. Namun Anda diharapkan untuk tetap dapat menjaga asupan makanan Anda, terutama jika Anda sedang dalam rencana menurunkan berat badan atau memiliki penyakit tertentu yang mengharuskan Anda memperhatikan pola makan. Memang mudah sekali untuk makan berlebihan saat lebaran, terlebih lagi jika Anda berkunjung ke rumah-rumah kerabat, bisa jadi nyaris di setiap rumah Anda akan ditawari makanan. 

Makan saat hari raya biasanya tinggi akan lemak, protein, dan karbohidrat. Untuk sementara Anda dapat mengesampingkan program penurunan berat badan Anda terlebih dahulu tetapi lebih fokus pada menjaga berat badan Anda saat ini. Jangan terlalu ketat pada diri Anda, apalagi jika Anda menolak berbagai hidangan yang sudah sengaja disiapkan oleh tuan rumah.

Menu hari raya yang penuh santan dan manis juga mendorong kambuhnya penyakit kronis yang telah ada sebelumnya seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), kolesterol tinggi, diabetes, asam urat bahkan sampai serangan jantung dan stroke. Rumah sakit-rumah sakit yang tadinya sepi di bulan Ramadhan (karena ummat lebih sehat dengan puasa) malah menjadi sangat ramai pasca lebaran tiba. 

Persediaan makanan saat hari raya cenderung berlimpah, Anda bisa menemukan berbagai jenis makanan dengan mudah. Hal ini bisa menyebabkan Anda lapar mata dan ingin makan berbagai jenis makanan dengan porsi yang lebih dari biasanya. Anda bisa menyiasati hal tersebut dengan lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengobrol bersama teman dan saudara. Makan saat hari raya merupakan pelengkap, jadikan silaturahmi sebagai tujuan utama Anda berkumpul.Tetap perhatikan porsinya, jangan makan berlebihan. Tetap perhatikan pola makan dengan gizi seimbang. 

Namun bagi Anda yang memang diharuskan mengatur pola makan, seperti pada penderita diabetes, maka ada baiknya Anda memperhatikan betul apa yang Anda makan. Misalnya, membatasi makan ketupat berlebihan atau mengurangi kuah santan saat makan. 

Istirahat yang cukup
Setelah mudik dan berkumpul dengan keluarga, biasanya banyak orang yang mengalami kurang tidur. Jauhnya perjalanan ke kampung halaman dan kemacetan di jalan salah satu penyebanya. Hal ini bisa menurunkan stamina dan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya mudah terserang berbagai penyakit. Anda juga harus selalu memperhatikan kebersihan makanan yang Anda santap.  Biasakan pula untuk mencuci tangan dengan air yang mengalir sebelum menyentuh makanan. Jika terpaksa makan diwarung-warubg pinggir jalan selama perjalanan, lihatlah jika tempat dijajakan atau pun penyajiannya kurang meyakinkan, lebih baik hindari, agar risiko terjangkit diare berkurang.

Bagi orang yang menderita penyakit kronis, harus tetap patuh mengonsumsi obat dan mengontrol pola makan. Jika Anda termasuk orang yang sulit mengontrol pola makan, mengingat jumlah kalori yang terkandung di dalamnya, mudah-mudahan bisa membantu mengendalikan nafsu makan Anda. Ingat-ingat juga olahraga yang harus Anda lakukan untuk membakar kelebihan lemak, karena kelebihan kalori akan disimpan dalam bentuk lemak.

Silaturrahmi Sehat dan Aktifitas Fisik...

Saat lebaran tiba, silaturrahmi tentunya sudah menjadi sebuah tradisi atau momentum pemersatu dan penghangat hubungan dalam keluarga. Saling berkunjung dari satu rumah ke rumah yang lain selalu kita lakukan. Kesempatan tersebut menjadi ajang pertemuan dengan sanak saudara yang sudah lama tidak berjumpa.

Walaupun dalam suasana lebaran, pastinya aktifitas fisik harus tetap lakukan, jangan malas bergerak, sempatkan sedikit waktu untuk melakukan aktifitas fisik seperti biasa. Mungkin anda bisa mengganti jadwal olahraga disore hari dengan silaturrahmi sehat. Pagi hari, jika hendak ke mesjid atau ke lapangan untuk shalat Id, yang tidak terlalu jauh dari tempat anda tinggal, sebaiknya jalan kaki bisa jadi pilihan. Dengan berjalan kaki, kesempatan silaturrahmi bisa lebih terbuka. Kesempatan bertemu teman lama diperjalanan saat menuju dan pulang dari lokasi shalat id, juga semakin besar. Di samping menyehatkan juga akan semakin mempererat tujuan silaturrahmi itu sendiri, bukan?

Saat berkunjung ke rumah famili atau handai taulan, biasakan juga untuk berjalan kaki menuju rumah kerabat yang tidak terlalu jauh dari tempat anda tinggal atau barangkali saja, sengaja memarkir kendaraan agak jauh dari lokasi silaturahmi bisa jadi pilihan. Jangan terlalu manjakan diri Anda dengan selalu naik kendaraan.  Tapi juga, ada hal-hal yang harus selalu kita ingat. Kenali kemampuan tubuh Anda. Segeralah beristirahat bila tubuh anda mulai merasa lelah dengan istirahat yang cukup. 

Jika anda melupakan aktifitas fisik yang cukup, tentu saja bisa kita bayangkan bagaimana lemak itu akan menemani Anda selamanya, membuncitkan perut Anda, menggelambir di lengan dan menyusup di sela pembungkus jantung Anda. Kesulitan lain adalah bagi Anda yang pernah mengalami cidera pada lutut dan kaki di masa lalu, atau menderita radang sendi, maka Anda akan lebih sulit lagi untuk membakar kalori yang berlebih itu. Maka wajib bagi Anda untuk mengamalkan keterampilan ‘menahan diri’ yang telah dilatihkan Allah selama bulan Ramadhan pada kita. Lanjutkan dengan puasa 6 hari dibulan Syawal. Puasa sunat hari Senin dan Kamis, juga bisa jadi pilihan. Namun yang paling sehat adalah tetap istiqamah dalam menghindari makanan yang mengandung kolesterol dan lemak tinggi, seperti jeroan, sea food, daging dan kue-kue serta minuman yang terlalu manis.

Tetap Konsumsi Buah dan Sayur

Hal lain yang perlu kita latih konsistensinya adalah tetap mengkonsumsi buah dan sayur. Dalam buah dan sayur terdapat serat yang merupakan nutrisi penting, namun seringkali dalam keseharian tidak dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Apalagi di hari lebaran. Padahal serat sangat berperan penting untuk membantu menjaga berat badan, karena asupan makanan yang tinggi serat ini akan membantu membuat perut lebih lama kenyang . Konsistensi makan buah dan sayur juga sangat membantu untuk menyerap dan mengimbangi kolesterol dan juga untuk melancarkan sistem pencernaan. Buah dan sayur juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang tidak diproduksi oleh tubuh dan sangat baik bagi kesehatan.

Hindari Rokok

Jangan rusak silahturrahmi Idul Fitri dengan asap rokok. Rokok mengandung 4000 bahan kimia beracun dan penyebab kanker. Racun utama pada rokok adalah Nikotin, Tar dan Karbon Monoksida (CO). Nikotin adalah zat adiktif yang menimbulkan kecanduan yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen. Pastinya, semua kita  sudah tahu, akan bahaya dari zat-zat beracun yang terkandung dalam sebatang rokok itu. Alangkah indahnya jika anda berbagi kebahagian Idul Fitri dengan dengan berhenti merokok. Bukannya malah berbagi asap rokok. 

Bukankah, selama sebulan penuh menjalani rutinitas puasa ramadhan, seorang perokok sanggup untuk menahan diri dari keinginan untuk merokok  selama 12 jam setiap hari, dari sejak terbit fajar hingga saat berbuka tiba.  Momen ramadhan bisa dijadikan sebagai latihan bagi para perokok untuk berhenti merokok. Kalau selama 12 jam menjalani ibadah puasa mereka sanggup menahan diri dari keinginan untuk merokok, kenapa tidak berhenti merokok untuk selamanya...????  Selamat Berhari Raya.

Penulis :
Cut Ampon
(Staf Promkes, pendiri media sosial Promkes Aceh, penyelia pada Situs Inspirasi Sehat, http://www.dinkes.acehprov.go.id)
Email : amponte_te_usk@yahoo.com

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32