Mencegah Masalah Kesehatan Jiwa Pada Remaja

Flyer Dokumentasi Kegiatan Orientasi Kesehatan Jiwa di Sekolah yang dilaksanakan di Kabupaten Pidie. Selain Di Pidie, kegiatan ini juga berlangsung pada 6 kabupaten/kota lainnya di Aceh
Flyer Dokumentasi Kegiatan Orientasi Kesehatan Jiwa di Sekolah yang dilaksanakan di Kabupaten Pidie. Selain Di Pidie, kegiatan ini juga berlangsung pada 6 kabupaten/kota lainnya di Aceh

(BANDA ACEH) -- Guna mencegah dan untuk optimalnya kesehatan siswa di Aceh, Dinas Kesehatan Aceh, dengan dukungan UNICEF, PKBI, dan Ikatan Psikolog Klinik cabang Aceh, melakukan serangkaian kegiatan di 6 kabupaten kota di Aceh. Diantaranya adalah kegiatan Orientasi Kesehatan Jiwa di Sekolah yang dilaksanakan di Kabupaten Pidie pada 21-22 Februari 2024 lalu.

Di Kabupaten Pidie, kegiatan Orientasi Kesehatan Jiwa di Sekolah ini berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Pidie.

Selain di Pidie, kegiatan Orientasi Kesehatan Jiwa di Sekolah, --yang dilaksanakan selama dua hari di setiap Kabupaten/Kota terpilih ini,-- juga dilaksanakan di Kabupaten Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Timur, Bireun dan Kota Banda Aceh.

Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan (nakes), Guru Bimbingan Konseling (Guru BK)/UKS.

Kasie PTM dan Keswa Dinas Kesehatan Aceh, dr. Siti Dara Safitri, M.Kes, menjelaskan jika kegiatan ini berlangsung di 6 Kabupaten/Kota di Aceh.

"Ditiap kabupaten/kota, kegiatan ini juga diikuti oleh 14 siswa/santri yang disiapkan untuk menjadi Peer Counselor nantinya. Sehingga secara keseluruhan untuk 6 kabupaten/kota nantinya akan ada sebanyak 84 siswa/santri yang disiapkan menjadi Peer conselor", jelas dr. Siti Dara Safitri.

Ia menambahkan jika para Peer Conselor ini disiapkan untuk siap melakukan edukasi kesehatan mental, skrining, dan memberi pertolongan pertama pada luka psikologis/P3LP kepada teman sebaya nantinya.

Disamping itu juga sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan jiwa pada remaja dan siswa di sekolah, sosialisasi sekaligus penerapan sekolah sehat jiwa dengan cara deteksi dini keswa dan penerapan P3LP (Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis) seperti stres berlebihan, cemas berlebihan, bullying, dan ide bunuh diri.

Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan difokuskan kepada Guru Bimbingan Konseling (Guru BK), Guru/penanggung jawab UKS. Disamping itu juga ada perwakilan dari Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota terpilih, Kemenag, Badan Dayah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A), Tim Pembina UKS, petugas Puskesmas serta Kabid P2P dan Kasie PTM dan Keswa Dinas Kesehatan dari setiap Kabupaten/kota terpilih.

Pada hari ke 2 pelaksanaan, kegiatan difokuskan pada Siswa/Santri, ditambah petugas puskesmas dan juga dari perwakilan dinkes kab/kota terpilih.

Dihubungi terpisah, di Banda Aceh, dr. Tira Aswitama, M.Epid, Health Specialist UNICEF, secara khusus menitip pesan kepada peserta agar mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk membantu teman-teman sebaya disekolah yang mengalami masalah kesehatan jiwa.

"Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, kepada peserta yang sudah diorientasi, khususnya bagi siswa/santri yg sudah dilatih ini, diharapkan mereka mampu melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa dan Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP)", harap dr. Tira yang bekerja di Unicef Aceh itu.

Mereka juga diharapakan bisa melakukan kaderisasi pada temen-temennya, dan menjadi Psychological First Aider (penolong pertama).

"Apabila mereka menemukan ada diantara teman-temannya yang terkena luka Psikologis, bisa membantu menguatkan mental temanya yang sedang mengalami masalah kesehatan jiwa itu tadi", harap Tira.

Ia berpesan agar kita semua bisa menjaga kesehatan jiwa.

"Menjaga kesehatan jiwa itu penting agar kita mampu mengelola perasaan, memaksimalkan potensi diri, menghadapi berbagai kondisi kehidupan sehingga bisa lebih sehat, bahagia, kreatif, dan semangat mencapai impian", harapnya.

👁 868 kali

Berita Terkait