Dinkes Aceh Latih 60 Fasilitator Kampanye Aku Bangga Aku Tahu

Dinas Kesehatan Aceh melalui seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Aceh pada tahun 2015 ini melatih 60 fasilitator kampanye Aku Bangga Aku tahun (ABAT) yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan peningkatan Kapasitas Fasilitator kampanye “AKU BANGGA AKU TAHU (ABAT)”. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 10 – 12 Agustus 2015 di Ruang Ball Room Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh ini didanai oleh dana APBA tahun 2015,  melibatkan 60 peserta dari 5 instansi terkait dari 10 kabupaten/Kota terpilih. Lima Instansi terkait tersebut yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Sosial,  Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Dinas Tenaga Kerja dari 10 Kabupaten terpilih yang menjadi sasaran program pada tahun 2015 ini. Kabupaten tersebut adalah Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Subulussalam, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Simeulue. 

 

Program Aku Bangga Aku Tahu (ABAT)  adalah sebuah program yang digagas oleh Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan yang terkonsentrasi pada kampanye pencegahan penularan HIV AIDS yang ditujukan untuk pencegahan HIV untuk kalangan remaja usia 15-24 tahun. Mengingat kasus HIV AIDS di Indonesia terus meningkat, sementara hanya sebagian kecil kaum muda Indonesia yang punya pemahaman yang benar tenang HIV AIDS, maka program peningkatan kapasitas fasilitator kampanye Aku Bangga Aku Tahu ingin menjadi pendorong agar nantinya fasilitator yang dilatih tersebut mampu melakukan kampanye Aku Bangga Aku Tahu ini di instansi tempatnya bekerja sehingga remaja usia 15 -24 tahun yang menjadi sasaran kampanye ini memiliki pengetahuan memadai sehingga bisa terbentuk kesadaran berperilaku untuk mencegah penularan dari bahaya HIV-AIDS.

Kasie Promosi Kesehatan dalam sambutannya mengingatkan pentingnya penyebarluasan informasi mengenai HIV AIDS ini yang antara lain melalui kampanye ABAT (Aku Bangga Aku Tahu). Sasaran dari Kampanye ABAT ini nantinya adalah anak-anak muda yang masih dalam usia produktif (usia 15-24 tahun). Nantinya diharapkan mereka yang menjadi sasaran kampanye memiliki pengetahuan yang benar dan komprehensif tentang HIV AIDS.  Kaum muda usia 15-24 tahun diharapkan dapat menjaga dirinya agar tidak tertular HIV, tidak diskriminatif kepada penderita HIV AIDS, bagi yang berperilaku berisiko akan menyadari kondisinya dan memeriksakan diri untuk mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan dan bagi yang telah tertular akan mendapatkan pertolongan sehingga dapat menjalani kehidupan dan tetap berkarya dengan karya-karya yang positif.

Pada kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten dibidangnya, baik dari pemegang program HIV-AIDS Dinkes Aceh maupun narasumber khusus yang didatangkan dari Pusat Promosi Kesehatan dari Jakarta (ibu Theresia Irawati, SKM, M.Kes) yang sudah sangat berpengalaman dalam kampanye ABAT di Indonesia.

 

Kepala Dinas Kesehatan Aceh yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh, Drs. Muhammad Hasan, M.Kes, dalam sambutannya pada pembukaan kegiataan tersebut mengharapkan agar seluruh fasilitator yang dilatih ini nantinya akan aktif untuk mengkampanyekan dan menyampaikan informasi yang benar mengenai HIVAIDS ini di lingkungan kerjanya disetiap kesempatan yang ada, agar semua orang dapat memperoleh informasi yang tepat (bukan mitos) sehingga masyarakat dapat terhindar dari perilaku beresiko yang bisa membuat seorang terjangkiti oleh virus HIV ini. Maraknya peredaran dan pemakaian narkoba di kalangan anak muda di Aceh, terutama narkoba yang memanfaatkan jarum suntik juga merupakan salah satu faktor resiko  yang bisa menjadi media penularan virus HIV ini. Semoga. (Cut)

👁 337 kali

Berita Terkait

Komentar (0)

Isi komentar