RSUD Langsa Sempat Lumpuh Total, IGD Baru Aktif Dua Hari Setelah Banjir

Suasana di IGD Langsa
Suasana di IGD Langsa

(LANGSA) -- RSUD Langsa mengalami kelumpuhan total pada hari pertama banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Seluruh ruangan terendam hingga tidak ada satu pun fasilitas yang dapat digunakan untuk pelayanan medis, menyebabkan operasional rumah sakit berhenti sepenuhnya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Langsa, Erizal, menjelaskan bahwa air masuk dengan cepat dan membanjiri seluruh blok layanan, mulai dari ruang perawatan hingga area penunjang.

“Kondisi itu menjadikan rumah sakit benar-benar kehilangan kemampuan operasional. Pada hari kedua, tim rumah sakit mulai membuka pelayanan darurat secara terbatas,” ujarnya.

IGD menjadi layanan pertama yang diupayakan aktif kembali, dibuka pada sore hari di lokasi alternatif yang dinilai paling memungkinkan. Langkah itu dilakukan karena masyarakat mulai berdatangan membutuhkan penanganan medis akibat kondisi pascabencana.

Pelayanan IGD masih sangat terbatas dan hanya dapat menerima kasus prioritas. Ruang perawatan belum dapat difungsikan karena seluruh tempat tidur, matras, dan peralatan terendam air. Tim perawat dan petugas bekerja dalam keterbatasan fasilitas dan menata ruang darurat dengan peralatan yang tersedia.

Prioritas utama rumah sakit adalah memastikan pasien dengan kondisi kritis mendapatkan respons cepat. Erizal menyebutkan situasi ini sebagai salah satu masa tersulit dalam operasional RSUD Langsa.

Proses pemulihan berlangsung bertahap. Kerusakan yang meluas membuat banyak ruang harus menjalani pembersihan total sebelum dapat dioperasikan kembali. Tim sanitasi, perawat, dan teknisi bekerja paralel untuk menilai kerusakan dan membuka akses ke ruang sementara yang dapat digunakan.

Pembukaan kembali layanan IGD menjadi langkah awal dalam memulihkan pelayanan kesehatan. Manajemen RSUD Langsa menargetkan pemulihan bertahap hingga kapasitas layanan dapat kembali normal.

👁 367 kali

Berita Terkait