Tim Pengendali Vektor Dinkes Aceh Lakukan Larvasidasi Cegah DBD dan Malaria Pascabanjir di Sawang Aceh Utara

Tim Pengendali Vektor yang dikirim Dinkes Aceh, bersama Dinas Kesehatan Aceh Utara dan Puskesmas Sawang, sedang memeriksa keberadaan jentik nyamuk dan larvasidasi  di Dusun Cot Calang, Gampong Riseh Tunong, Kecamatan Sawang Aceh Utara pada Senin (19/01/2026).
Tim Pengendali Vektor yang dikirim Dinkes Aceh, bersama Dinas Kesehatan Aceh Utara dan Puskesmas Sawang, sedang memeriksa keberadaan jentik nyamuk dan larvasidasi di Dusun Cot Calang, Gampong Riseh Tunong, Kecamatan Sawang Aceh Utara pada Senin (19/01/2026).

ACEH UTARA — Dinas Kesehatan Aceh melaksanakan kegiatan larvasidasi pengendalian vektor penyakit di wilayah terdampak banjir Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria pascabencana banjir.

Tim Pengendalian Vektor Dinas Kesehatan Aceh, bersama Dinas Kesehatan Aceh Utara dan Puskesmas Sawang, menyasar Dusun Cot Calang, Gampong Riseh Tunong, yang dihuni 226 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 927 jiwa. Akses menuju lokasi terputus akibat rusaknya dua jembatan penghubung, sehingga tim harus berjalan kaki dan menyeberangi Sungai Sawang menggunakan getek atau rakit yang ditarik dengan tali tambang.

Ketua tim pengendalian vektor untuk titik penugasan Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Jamil, SKM, M.Kes saat dihubungi redasksi media ini melaporkan bahwa upaya pengendalian vektor difokuskan untuk mencegah peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria yang berpotensi muncul akibat genangan air pascabanjir.

"Larvasidasi dilakukan dengan menggunakan Abate 1% G yang ditaburkan ke bak penampungan air milik warga serta genangan air di sekitar permukiman dan areal persawahan dengan radius hingga satu kilometer. Takaran yang digunakan sebesar 8 gram atau 1 sendok makan peres per 100 liter air untuk mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes penular DBD", jelas M.Jamil.

Selain ke bak penampungan warga tim pengendali vektor juga mengaplikasikan Larvasida pada kubangan, genangan di sawah atau genagan air yang ada disekitar pemukiman warga dam radius 500m hingga 1 km dari pemukiman.

M.Jamil juga melaporkan jika tim pengendalian vektor yang dikerahkan oleh Dinkes Aceh juga melakukan pemeriksaan jentik di genangan air sawah yang rusak akibat banjir.

"Hasil pencidukan menemukan jentik Anopheles sp dan Culex sp, yang kemudian langsung ditindaklanjuti dengan penaburan larvasida sebagai upaya pencegahan malaria", sebut M.Jamil.

Tim juga melakukan pemeriksaan ke rumah-rumah warga. Pemeriksaan difokuskan pada tempat penampungan air seperti tandon, drum, dan bak air, baik di dalam maupun di luar rumah, untuk memastikan tidak terdapat jentik nyamuk.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat kesehatan Dinas Kesehatan Aceh pascabencana banjir, sekaligus untuk mempertahankan status eliminasi malaria yang telah diraih Kabupaten Aceh Utara sejak tahun 2020.

Selain ke Kabupaten Aceh Utara, tim pengendalian vektor penyakit menular juga ditugaskan ke sejumlah kabupaten terdampak bencana lainnya di Aceh, termasuk ke Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang. Kegiatan Pengendalian vektor yang dilakukan meliputi surveilans vektor, edukasi masyarakat, serta pengendalian lingkungan untuk menekan risiko penyakit yang ditularkan melalui vektor.

👁 76 kali

Berita Terkait