Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan, Kemenkes Kerahkan Lagi 527 Tenaga Cadangan Kesehatan ke Aceh

Tenaga Cadangan Kesehatan Kemenkes saat bersiap berangkat ke Aceh melalui Bandara Soekarno Hatta pada Minggu (18/01/2026).
Tenaga Cadangan Kesehatan Kemenkes saat bersiap berangkat ke Aceh melalui Bandara Soekarno Hatta pada Minggu (18/01/2026).

BANDA ACEH — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali mengerahkan 527 Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 3 ke Provinsi Aceh guna memastikan layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal pascabencana banjir pada Minggu (18/01).

Ratusan relawan tersebut dijadwalkan bertugas selama 18–31 Januari 2026, dan disebar ke sejumlah kabupaten prioritas yang terdampak, yakni Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Pidie.

Berdasarkan data Kemenkes RI, distribusi Tenaga Cadangan Kesehatan Batch 3 di Aceh adalah sebagai berikut:

  • Aceh Tamiang: 187 tenaga kesehatan
  • Pidie Jaya: 73 tenaga kesehatan
  • Aceh Tengah: 66 tenaga kesehatan
  • Bireuen: 57 tenaga kesehatan
  • Aceh Utara: 55 tenaga kesehatan
  • Pidie: 52 tenaga kesehatan
  • Gayo Lues: 22 tenaga kesehatan
  • Bener Meriah: 9 tenaga kesehatan
  • Aceh Timur: 6 tenaga kesehatan

Dengan demikian, total TCK-EMT Batch 3 yang diturunkan ke Aceh berjumlah 527 orang.

Plt Kadinkes Aceh, Ferdiyus,  SKM, M. Kes saat menerima Perwakilan Tenaga Cadangan Kesehatan Batch 3 Kemenkes di Posko HEOC Dinkes Aceh pada Minggu (18/01/2026).

Di lihat dari Postingan Instagram Kemenkes RI, Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Yuli Fariyanti, saat pelepasan relawan di pada Minggu (18/10) di di Terminal 3 Gate 4 Bandara Soekarno-Hatta, Banten, menyampaikan bahwa pengiriman TCK Batch 3 Kemenkes ini merupakan bagian dari komitmen Kemenkes untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana.

“Hari ini saya melepas Batch ke-3 dengan jumlah 527 orang, yang terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga nonkesehatan,” ujar dr. Yuli Fariyanti.

Ia menjelaskan, terdapat tiga prioritas utama dalam pengiriman Tenaga Cadangan Kesehatan Batch 3 ke Aceh.

“Pertama, memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan. Kedua, memastikan seluruh aspek kesehatan masyarakat dapat tertangani dengan baik. Ketiga, di dalam tim juga terdapat tim kesehatan jiwa dan pemulihan psikososial atau trauma healing,” jelasnya.

Foto Bersama Tenaga Cadangan Kesehatan Kemenkes

Menurut dr. Yuli Fariyanti, dukungan kesehatan jiwa menjadi bagian penting dalam respons bencana. Tim trauma healing akan membantu masyarakat terdampak untuk memulihkan kondisi psikologis, memperkuat ketahanan mental, serta memberikan dukungan emosional agar masyarakat dapat bangkit kembali.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menyampaikan bahwa relawan Relawan TCK Batch 3Kemenkes ini terdiri atas tenaga kesehatan dan nonkesehatan, meliputi dokter, dokter gigi, dokter spesialis, psikolog klinis, perawat, tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, serta tenaga pendukung lainnya sesuai kebutuhan di lapangan. Kehadiran mereka diharapkan mampu membantu masyarakat terdampak banjir sekaligus mempercepat pemulihan layanan kesehatan secara menyeluruh di Provinsi Aceh.

👁 709 kali

Berita Terkait