BLANG KEUJEREN — Dua Tim EMT Terpadu Batch VI yang dimobilisasi oleh HEOC Dinas Kesehatan Aceh mulai melaksanakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan ini merupakan bagian dari rencana penugasan EMT Batch VI yang berlangsung selama 16–22 Januari 2026.
Sesuai rencana, tim EMT bertolak dari Banda Aceh menuju Gayo Lues pada Jumat, 16 Januari 2026. Pelayanan lapangan dimulai pada Sabtu, 17 Januari 2026, dengan Tim Gayo Lues 1 melayani masyarakat di Jere Onom, sementara Tim Gayo Lues 2 melaksanakan pelayanan kesehatan di Desa Singah Mulo, Dusun Ongal-Ongal, Kecamatan Putri Beutong.
Pada hari pertama pelayanan, Tim Gayo Lues 2 yang menjangkau Singah Mulo berhasil melayani sebanyak 123 pasien rawat jalan, terdiri dari 14 anak usia di bawah lima tahun dan 109 pasien usia di atas lima tahun. Jenis layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan pengobatan. Sementara tim Gayo Lues 1 yang bergerak ke Jere Onom berhasil melayani 58 warga yang datang berobat.
Baca juga : Dinkes Aceh Kirim Lagi 210 Personil EMT Terpadu, Fokus di Tujuh Kabupaten
Selain pelayanan medis, tim juga melaksanakan kegiatan pendukung lainnya. Pada kegiatan gizi dilakukan skrining dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) terhadap balita usia 24–69 bulan, dengan hasil tidak ditemukan balita dengan status Kekurangan Energi Kronis (KEK). Tercatat empat ibu menyusui turut terdata dalam kegiatan tersebut.
Dari hasil penilaian kesehatan lingkungan, tim menemukan kendala utama berupa tidak terpenuhinya akses air bersih, menyusul kondisi desa yang terdampak langsung bencana. Selain itu, pasokan listrik masih terputus sejak awal bencana, serta terdapat titik longsor di area tengah desa. Aktivitas ekonomi masyarakat juga menurun akibat kerusakan pada kebun warga.
Berdasarkan laporan harian dikirimkan ke HEOC Dinkes Aceh (Sabtu, 17/01), khusus di Singah Mulo, kasus terbanyak yang ditangani adalah ISPA (22 kasus), dermatitis (21 kasus), hipertensi (15 kasus), dispepsia (16 kasus), serta myalgia (27 kasus). Tidak terdapat kasus rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan pada hari pertama pelayanan.
Secara keseluruhan, pada hari pertama kegiatan di berbagai titik pelayanan yang dilayani EMT Batch VI Dinkes Aceh dilaporkan lebih dari seribu warga terdampak telah mendapatkan pelayanan kesehatan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes., di Banda Aceh menyampaikan bahwa pengiriman EMT Batch VI difokuskan untuk menjangkau desa-desa yang sangat terpencil dan sulit diakses, yang selama ini hanya sesekali mendapatkan layanan kesehatan. Ia berharap kehadiran EMT dapat meningkatkan akses dan kesinambungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.

Pelayanan kesehatan oleh EMT Batch VI Dinkes Aceh direncanakan berlanjut ke sejumlah desa lainnya di Kabupaten Gayo Lues hingga 21 Januari 2026, sebelum tim kembali ke Banda Aceh pada 22 Januari 2026. Dinas Kesehatan Aceh memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan sesuai rencana guna mendukung pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana.
Selain di Kabupaten Gayo Lues, pada hari yang sama Tim EMT Terpadu Batch VI Dinas Kesehatan Aceh juga melaksanakan pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah lainnya. Di Kabupaten Pidie Jaya, pelayanan dilakukan di Meunasah Manyang Cut, Kecamatan Meureudu.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang, tim EMT memberikan pelayanan kesehatan di Kampung Landuh dan Masjid Kampung Landuh, Kecamatan Rantau, serta di Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru.
Pelayanan kesehatan juga menjangkau wilayah Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Wih Ilang, Kecamatan Bandar. Selain itu, tim EMT turut membuka pos pelayanan di Posko SMA Negeri 2 Langkahan yang melayani masyarakat di wilayah Leubok Pusaka, Kabupaten Aceh Utara. Tim EMT Batch VI ini juga tembus ke Dusun Lumut, Dusun Klampok, Kec. Linge Aceh dan beberapa titik lokasi lainnya di Aceh.
👁 299 kali




