BLANG KEUJEREN — Dua Tim EMT Terpadu Batch VI yang dimobilisasi oleh Dinas Kesehatan Aceh dijadwalkan akan memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah titik di Kabupaten ini. Menurut informasi yang diterima redaksi, tim ini bertugas mulai 16–22 Januari 2026.
Sesuai dengan rencana, pelayanan kesehatan ini akan difokuskan pada wilayah-wilayah terpencil dan sulit dijangkau yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan. Berdasarkan rencana penugasan, pada Jum’at, 16 Januari 2026, tim EMT ini bertolak dari Banda Aceh menuju Kabupaten Gayo Lues. Pelayanan lapangan direncanakan mulai dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, dengan Tim Gayo Lues 1 dijadwalkan melayani masyarakat di Jeret Onom, sementara Tim Gayo Lues 2 akan bertugas di Singah Mulo, Kecamatan Putri Beutong.
Selanjutnya, pada Minggu, 18 Januari 2026, pelayanan kesehatan direncanakan berlanjut di Seneren dan Kuning Kurnia. Pada Senin, 19 Januari 2026, Tim Gayo Lues 1 dijadwalkan memberikan pelayanan di Pulo Gelima, sedangkan Tim Gayo Lues 2 akan melayani masyarakat di Sentul, kecamatan Tripe Jaya.
Pelayanan kesehatan direncanakan berlanjut pada Selasa, 20 Januari 2026, dengan sasaran wilayah Pepelah dan Wilayah Pintu Rime, Kabupaten Gayo Lues. Selanjutnya, tim akan bergerak ke Pining dan akan bermalam di wilayah tersebut. Dan pada Rabu besoknya, 21 Januari 2026, kedua tim EMT dijadwalkan melakukan pelayanan kesehatan bagi warga di Ekan dan Pasir Putih, guna memaksimalkan jangkauan pelayanan kepada warga di wilayah terpencil tersebut.
Setelah seluruh rangkaian pelayanan selesai, kedua tim EMT direncanakan kembali ke Banda Aceh pada Kamis, 22 Januari 2026.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes., saat melepas tim EMT Batch VI Dinkes Aceh di halaman Dinkes Aceh pada Jumat pagi kemarin (16/01), mengatakan pengiriman EMT kali ini difokuskan untuk menjangkau desa-desa yang sangat terpencil, dan sulit dijangkau yang selama ini hanya sesekali mendapatkan kunjungan pelayanan kesehatan dari tim relawan maupun EMT Dinas Kesehatan Aceh.
Ia berharap kehadiran EMT Batch VI ini dapat meningkatkan frekuensi pelayanan kesehatan di wilayah sasaran.
Selain itu, Ferdiyus menegaskan bahwa pengiriman EMT Terpadu ini juga ditujukan untuk melayani masyarakat terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian di kabupaten terdampak.
Melalui kehadiran EMT Batch VI ini, Dinas Kesehatan Aceh berharap ketersediaan layanan dan obat-obatan dapat terpenuhi sekaligus memperkuat upaya pengendalian penyakit pascabencana. “Termasuk mengendalikan penyakit pasca banjir, terutama ISPA, campak, diare, dan penyakit lainnya,” pungkasnya.
Dinas Kesehatan Aceh terus berupaya memastikan rencana pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat di wilayah terpencil secara optimal, sesuai dengan standar pelayanan kesehatan.
👁 226 kali




