Kasus Campak Meningkat, Kemenkes Libatkan Sekolah Dorong Imunisasi Anak

Ilustrasi Campak
Ilustrasi Campak

Jakarta, 16 Maret 2026 – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat upaya penanggulangan campak dengan melibatkan satuan pendidikan dalam mendorong percepatan imunisasi anak, menyusul meningkatnya kasus di berbagai daerah.

Data hingga pertengahan Maret 2026 menunjukkan adanya 54 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang tersebar di 37 kabupaten/kota di 13 provinsi. Total suspek campak tercatat mencapai 13.046 kasus, dengan 10.301 kasus terkonfirmasi dan 8 kematian.

Merespons kondisi tersebut, Kemenkes melalui Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas menggelar webinar nasional bertajuk Peran Satuan Pendidikan dalam Mendukung Pelaksanaan Imunisasi Campak pada 16 Maret 2026.

Dalam kegiatan ini, pemerintah menekankan pentingnya peran sekolah dan lembaga pendidikan sebagai ujung tombak edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua.

“Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak. Risiko penularan meningkat saat mobilitas tinggi seperti mudik dan libur Lebaran,” demikian disampaikan dalam paparan kegiatan tersebut.

Kemenkes juga telah menerbitkan Surat Edaran tentang kewaspadaan dini terhadap peningkatan kasus campak, baik di tingkat nasional maupun global.

Sekolah Didorong Aktif Edukasi dan Mobilisasi Orang Tua

Melalui webinar ini, Kemenkes mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan—mulai dari Kementerian Pendidikan, Dinas Pendidikan, Kantor Wilayah Kementerian Agama, hingga organisasi seperti HIMPAUDI dan PGRI—untuk aktif mengedukasi dan menggerakkan orang tua.

Sekolah diharapkan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong orang tua membawa anak untuk mendapatkan imunisasi campak di fasilitas kesehatan terdekat.

Selain itu, satuan pendidikan juga diminta:

  • Menyebarluaskan informasi melalui media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE)

  • Mengeluarkan imbauan terkait kewaspadaan campak

  • Mendukung pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)

  • Melaporkan jika ditemukan gejala campak di lingkungan sekolah

Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan

Dalam program nasional, imunisasi campak-rubella (MR) diberikan dalam tiga tahap, yaitu usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di kelas 1 SD.

Kemenkes menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah komplikasi serius dan kematian akibat campak.

Masyarakat juga diimbau segera melengkapi imunisasi anak, terutama bagi yang belum lengkap, melalui layanan di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya hingga akhir Maret 2026.

Selain imunisasi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi bagian penting dalam mencegah penyebaran penyakit.

Momentum Percepatan Jelang Lebaran

Pemerintah memanfaatkan momentum menjelang Lebaran untuk mempercepat cakupan imunisasi, mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang berpotensi meningkatkan penularan.

Kemenkes menekankan bahwa anak yang mengalami sakit ringan tetap dapat dikonsultasikan untuk imunisasi, guna memastikan perlindungan optimal terhadap penyakit campak.

Dengan kolaborasi lintas sektor, khususnya peran aktif dunia pendidikan, pemerintah optimistis penyebaran campak dapat ditekan dan risiko kematian pada anak dapat diminimalkan.

👁 23 kali

Berita Terkait