Jangan Tertipu Tulisan “Less Sugar”, Ini Cara Cerdas Membaca Label Gizi

Low Sugar vs Less Sugar
Low Sugar vs Less Sugar

BANDA ACEH – Semakin banyak produk makanan dan minuman yang dipasarkan dengan klaim seperti “less sugar”, “rendah gula”, “low fat”, atau “lebih sehat”. Namun, tidak sedikit konsumen yang langsung menganggap produk tersebut aman dikonsumsi tanpa memperhatikan informasi nilai gizi yang tertera pada kemasan.

Padahal, memahami label pangan merupakan langkah penting untuk mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), sekaligus mencegah berbagai penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Menurut para ahli gizi, tulisan promosi di bagian depan kemasan sering kali tidak memberikan gambaran lengkap mengenai kandungan nutrisi suatu produk. Karena itu, konsumen dianjurkan untuk selalu membaca Informasi Nilai Gizi (ING) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan kemasan.

Perhatikan Takaran Saji

Salah satu bagian yang sering diabaikan adalah takaran saji. Takaran saji menunjukkan jumlah makanan atau minuman yang menjadi dasar perhitungan kandungan gizi pada label.

Sebagai contoh, sebuah minuman kemasan mungkin mencantumkan kandungan gula 14 gram per sajian. Namun, jika satu botol ternyata berisi dua sajian, maka total gula yang dikonsumsi mencapai 28 gram.

Karena itu, selain melihat kandungan gizi per sajian, konsumen juga perlu memperhatikan jumlah sajian per kemasan agar tidak salah memperkirakan asupan yang masuk ke dalam tubuh.

Memahami Persentase AKG

Informasi Nilai Gizi juga biasanya dilengkapi dengan Persen Angka Kecukupan Gizi (%AKG). Angka ini menunjukkan kontribusi suatu zat gizi terhadap kebutuhan harian rata-rata orang dewasa.

Secara umum:

  • ≤ 5% AKG tergolong rendah
  • 6–20% AKG tergolong sedang
  • ≥ 20% AKG tergolong tinggi

Semakin tinggi persentase AKG untuk gula, lemak jenuh, atau natrium (garam), semakin besar pula kontribusinya terhadap kebutuhan harian dan semakin perlu dibatasi konsumsinya.

Jangan Salah Paham dengan Klaim Gula

Banyak konsumen mengira semua produk dengan klaim tertentu memiliki kandungan gula yang sama rendahnya. Padahal, istilah yang digunakan memiliki arti berbeda.

Sugar Free (Bebas Gula) berarti produk mengandung gula dalam jumlah yang sangat sedikit atau hampir tidak ada.

Low Sugar (Rendah Gula) berarti kandungan gulanya rendah sesuai batas yang ditetapkan regulasi, tetapi tetap mengandung gula.

Sementara itu, Less Sugar (Lebih Sedikit Gula) hanya berarti kandungan gula produk tersebut lebih rendah dibandingkan produk pembandingnya. Produk dengan label ini tetap bisa mengandung gula dalam jumlah cukup tinggi.

Sebagai ilustrasi, jika sebuah minuman awalnya mengandung 20 gram gula lalu dikurangi menjadi 15 gram, produk tersebut dapat mengklaim “less sugar” meskipun kandungan gulanya masih cukup tinggi.

Jadilah Konsumen yang Lebih Cermat

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak hanya terpaku pada klaim pemasaran, tetapi juga membiasakan diri membaca label pangan secara menyeluruh. Langkah sederhana ini dapat membantu masyarakat mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran harian, yaitu maksimal 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan lemak per hari.

Dengan memahami label gizi, masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih sehat, mengurangi risiko penyakit tidak menular, dan membangun pola makan yang lebih baik bagi diri sendiri maupun keluarga.

Ingat, kemasan boleh menarik, tetapi keputusan terbaik selalu dimulai dari membaca label gizinya.

👁 15 kali

Berita Terkait