BANDA ACEH– Pola makan sehat sering kali dianggap rumit dan sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, menjaga asupan gizi seimbang dapat dilakukan dengan cara yang sederhana melalui panduan "Isi Piringku" yang diperkenalkan Kementerian Kesehatan RI.
Panduan ini dirancang untuk membantu masyarakat mengatur komposisi makanan dalam satu kali makan agar kebutuhan gizi terpenuhi secara seimbang. Selain mendukung pertumbuhan dan kesehatan tubuh, penerapan Isi Piringku juga menjadi salah satu strategi penting untuk mencegah obesitas serta berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.
Konsep Isi Piringku membagi porsi makanan dalam satu piring menjadi empat kelompok utama, yaitu makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah. Separuh bagian piring dianjurkan diisi oleh sayur dan buah, sementara separuh lainnya terdiri atas makanan pokok dan lauk pauk.
Dalam panduan tersebut, porsi sayur dianjurkan lebih banyak dibandingkan buah. Sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan serta membantu mengendalikan kadar gula dan kolesterol dalam darah. Sementara buah-buahan menyediakan berbagai vitamin, antioksidan, dan serat yang mendukung daya tahan tubuh.
Pada bagian lainnya, makanan pokok seperti nasi, jagung, kentang, ubi, atau sumber karbohidrat lainnya berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Adapun lauk pauk, baik yang berasal dari hewani maupun nabati, berperan sebagai sumber protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan tubuh, dan menjaga fungsi organ.
Selain memperhatikan komposisi makanan, Kementerian Kesehatan juga menganjurkan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran harian. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak secara berlebihan diketahui menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus obesitas dan penyakit tidak menular di Indonesia.
Penerapan Isi Piringku juga perlu didukung dengan perilaku hidup sehat lainnya, seperti minum air putih yang cukup, mencuci tangan sebelum makan, melakukan aktivitas fisik secara rutin, serta memantau berat badan secara berkala.
Pakar kesehatan menilai bahwa panduan ini mudah diterapkan oleh seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dengan membiasakan pola makan sesuai Isi Piringku sejak dini, masyarakat dapat membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit kronis di masa depan.
Melalui langkah sederhana ini, masyarakat tidak hanya memperoleh asupan gizi yang lebih baik, tetapi juga berinvestasi pada kesehatan jangka panjang. Sebab, mencegah penyakit selalu lebih mudah dan lebih murah dibandingkan mengobatinya.
👁 19 kali




