Puskesmas Muara Dua Lhokseumawe Kembangkan Layanan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Psikolog Klinis Puskesmas Muara Dua, Aini Shafra Anwar, S.Psi., M.Psi., sedang memberikan terapi kepada salah satu anak berkebutuhan khusus di poli anak berkebutuhan khusus yang ada di Puskesmas tersebut. Kehadiran layanan ini adalah satu satu layanan inklusif membantu anak-anak berkebutuhan khusus tumbuh, berkembang, dan menjadi lebih mandiri.
Psikolog Klinis Puskesmas Muara Dua, Aini Shafra Anwar, S.Psi., M.Psi., sedang memberikan terapi kepada salah satu anak berkebutuhan khusus di poli anak berkebutuhan khusus yang ada di Puskesmas tersebut. Kehadiran layanan ini adalah satu satu layanan inklusif membantu anak-anak berkebutuhan khusus tumbuh, berkembang, dan menjadi lebih mandiri.

LHOKSEUMAWE – Upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh masyarakat terus dikembangkan UPTD Puskesmas Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Salah satunya melalui layanan khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang telah dirintis sejak 2012 dan kini menjadi satu-satunya layanan ABK di tingkat Puskesmas di Aceh.

Program pelayanan ABK tersebut berawal dari meningkatnya kasus atau gangguan perkembangan pada anak serta masih terbatasnya akses terapi bagi masyarakat, khususnya keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

Melihat kebutuhan tersebut, Puskesmas Muara Dua kemudian mengembangkan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memberikan pendampingan, terapi, serta pemantauan tumbuh kembang anak sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing.

Program ABK mulai berjalan pada 2012. Lima tahun kemudian, Poli Anak Berkebutuhan Khusus resmi dibuka pada November 2017, sebagai bentuk penguatan pelayanan bagi anak-anak yang membutuhkan pendekatan khusus.

Kepala UPTD Puskesmas Muara Dua, Drg. Milla Yoesfianda, mengatakan keberadaan layanan ABK memberikan manfaat yang cukup besar, baik bagi anak maupun orang tua.

“Selama adanya pelayanan ABK di Puskesmas Muara Dua, kami melihat bahwa layanan ini memberikan manfaat yang cukup besar bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan juga bagi orang tua,” ujarnya.

Menurut Milla, layanan tersebut memberikan ruang bagi anak untuk mendapatkan pemeriksaan, pemantauan tumbuh kembang, serta pendampingan sesuai kebutuhannya. Sementara bagi orang tua, layanan ABK juga menjadi tempat untuk mendapatkan informasi dan arahan dalam mendukung perkembangan anak di rumah.

Tidak Hanya Terapi

Layanan yang tersedia di Ruang ABK Puskesmas Muara Dua tidak hanya berupa terapi. Pelayanan mencakup konseling bagi orang tua ABK, pemberian terapi, pelacakan ABK, pemantauan ke desa, serta kerja sama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) dan dokter spesialis anak.

Melalui pelacakan, Puskesmas dapat mengetahui keberadaan anak berkebutuhan khusus sekaligus memantau kebutuhan pelayanan mereka. Jumlah kunjungan setiap bulan menyesuaikan dengan hasil pelacakan yang dilakukan setiap tahunnya, dengan kisaran 12–15 anak dalam setiap kegiatan pelacakan.

Pelayanan juga diarahkan untuk membantu pemantauan kesehatan, tumbuh kembang, dan status gizi anak. Pendekatan diberikan dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan masing-masing anak.

Jenis ABK yang mendapatkan pelayanan meliputi autisme, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), gangguan perilaku dan emosi, gangguan komunikasi, serta retardasi mental.

Didukung Tenaga Berpengalaman

Dalam memberikan pelayanan, Puskesmas Muara Dua didukung tenaga khusus, salah satunya Aini Shafra Anwar, S.Psi., M.Psi., yang bertanggung jawab dalam program, evaluasi hasil, sekaligus sebagai terapis di Poli ini.

Aini memiliki latar belakang Magister Psikologi dan pengalaman di bidangnya. Alumni S1 Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, dan Magister  Psikologi Universitas Medan Area ini sudah 15 tahun mengampu klinik Anak Berkebutuhan Khusus ini di Puskesmas Muara Dua. Dukungan tenaga dengan kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

Kunjungan Supervisi dan Pendampingan Program Integrasi Layanan Primer (ILP), Dinas Kesehatan Aceh, di Poli Anak Berkebutuhan Khusus UPTD Puskesmas Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Foto direkam pada Rabu (16 September 2026).

Seiring perjalanan program, jumlah anak yang mendapatkan pelayanan juga terus meningkat. Dari 2012 hingga 2026, jumlah anak yang telah mendapatkan layanan ABK di Puskesmas Muara Dua mencapai sekitar 96 anak.

Tidak hanya memberikan pelayanan di dalam gedung, Puskesmas Muara Dua juga membangun jejaring dengan SLB, dokter spesialis anak, serta melakukan pemantauan ke desa. Kolaborasi tersebut diperlukan karena penanganan anak berkebutuhan khusus membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Orang Tua Juga Mendapat Pendampingan

Dalam pelayanan ABK, orang tua memiliki peran penting. Karena itu, konseling menjadi salah satu bagian dari layanan yang diberikan.

Melalui konseling, orang tua dapat memperoleh informasi dan arahan mengenai kondisi anak serta hal-hal yang dapat dilakukan untuk mendukung perkembangan anak di lingkungan keluarga.

Milla mengatakan, ke depan pelayanan ABK di Puskesmas Muara Dua diharapkan dapat terus berkembang, baik dari sisi kualitas pelayanan, kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan sarana dan prasarana, maupun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.

Tim Puskesmas foto bersama pada kegiatan ulang tahun IX Ruang Anak Berkebutuhan Khusus di  UPTD Puskesmas Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Foto di rekam pada 31 Oktober 2025.

“Penanganan anak berkebutuhan khusus membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan orang tua. Kami berharap semakin banyak pihak yang dapat bersama-sama mendukung keberlanjutan program ini,” katanya.

Menurutnya, dukungan terhadap anak berkebutuhan khusus tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga dan berbagai pihak di lingkungan anak.

“Jangan pernah melihat keterbatasan sebagai penghalang bagi anak untuk berkembang. Setiap anak memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda. Melalui pelayanan yang inklusif, dukungan keluarga, tenaga kesehatan, serta kolaborasi berbagai pihak, kita dapat membantu anak-anak berkebutuhan khusus tumbuh, berkembang, dan menjadi lebih mandiri,” ujarnya.

Lebih dari satu dekade berjalan, layanan ABK di Puskesmas Muara Dua terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Keberadaan layanan tersebut sekaligus memberikan pilihan akses pelayanan yang lebih dekat bagi keluarga, khususnya mereka yang membutuhkan pemeriksaan, pemantauan tumbuh kembang, terapi, serta pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus.

👁 123 kali

Berita Terkait