BANDA ACEH — Dinas Kesehatan Aceh kembali memberangkatkan 126 personel kesehatan yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Batch V untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di tujuh kabupaten/kota di Aceh, Sabtu (3/1/2026).
Pelepasan tim berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Aceh. Tim EMT Terpadu Batch V dijadwalkan bertugas hingga 8 Januari 2026 dan akan disebar ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
Sebanyak 126 personel tersebut dibagi ke dalam 21 tim, dengan rincian Pidie Jaya (2 tim), Aceh Utara (4 tim), Bener Meriah (2 tim), Aceh Tengah (3 tim), Aceh Timur (4 tim), Aceh Tamiang (4 tim), dan Gayo Lues (2 tim).
Tim EMT Terpadu terdiri dari dokter, perawat, bidan, apoteker, serta tenaga kesehatan dari berbagai subklaster penanggulangan bencana. Selain memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, tim juga bertugas mempersiapkan masa transisi layanan kesehatan yang selanjutnya akan diambil alih oleh dinas kesehatan kabupaten/kota setempat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh sekaligus Ketua Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinkes Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes., mengatakan pengiriman EMT Batch V ini membuat total tenaga kesehatan yang telah diturunkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh mencapai lebih dari 700 orang.
Ia berharap kehadiran EMT Batch V dapat memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi masyarakat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada November lalu, sekaligus memastikan keberlanjutan layanan kesehatan setelah masa tanggap darurat berakhir.
“Saat ini seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama sudah dapat diakses. Setelah EMT Batch V ini ditarik, pelayanan kesehatan akan sepenuhnya diambil alih oleh tenaga kesehatan kabupaten/kota, terutama puskesmas di wilayah terdampak,” ujar Ferdiyus.
Ia menekankan pentingnya kesinambungan layanan kesehatan bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan lansia.
Turunkan Tim Vaksinasi Untuk Antisipasi Penularan Penyakit
Selain itu, Ferdiyus menyampaikan HEOC Dinkes Aceh juga akan menurunkan tim vaksinasi mulai Minggu (4/1/2026) untuk memberikan imunisasi tambahan kepada anak usia 0–59 bulan di wilayah terdampak banjir.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah peningkatan penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti campak dan tuberkulosis (TBC), terutama menjelang relokasi warga ke hunian sementara.
“Pemberian imunisasi tambahan ini penting agar anak-anak tetap terlindungi dan tidak membawa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi saat menempati huntara,” kata Ferdiyus.
👁 673 kali



