Wamenkes Dante: Imunisasi Benteng Perlindungan Anak, Seperti Filosofi Rumoh Aceh

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono usai kegiatan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing ‘Mengejar Anak Zero Dose’ di Banda Aceh, Jumat, 22 Mei 2026
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono usai kegiatan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing ‘Mengejar Anak Zero Dose’ di Banda Aceh, Jumat, 22 Mei 2026

(BANDA ACEH) -- Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengaitkan filosofi ‘Rumoh Aceh’ dengan pentingnya perlindungan melalui imunisasi anak. Ia mengatakan ‘Rumoh Aceh’ mencerminkan bangunan kokoh yang memberikan perlindungan bagi seluruh penghuninya dari berbagai ancaman.

Menurut Dante, filosofi perlindungan tersebut memiliki kesamaan dengan tujuan utama pelaksanaan imunisasi bagi anak-anak Indonesia. Ia menyebut imunisasi menjadi perlindungan kuat terhadap berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.

“Sama seperti ‘Rumoh Aceh’ yang dibangun untuk memberi perlindungan bagi penghuninya, imunisasi juga ‘tentara’ bagi setiap anak yang mendapatkannya. Untuk mendapatkan perlindungan yang kokoh terhadap penyakit yang mungkin bisa dicegah oleh imunisasi,” katanya saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing ‘Mengejar Anak Zero Dose’ di Banda Aceh, Jumat, 22 Mei 2026.

Dante mengatakan anak-anak tanpa imunisasi berpotensi mengalami penyakit serius hingga menyebabkan kondisi lumpuh ataupun kematian. Menurutnya, kondisi tersebut sebenarnya dapat dicegah apabila anak memperoleh imunisasi lengkap sejak usia dini secara rutin.

“Tanpa imunisasi, risiko terhadap penyakit meningkat, baik infeksi terhadap virus, bakteri, dan penyakit menular yang mempunyai potensi. Untuk menimbulkan Kejadian Luar Biasa atau yang kita kenal sebagai KLB dan ini sebenarnya bisa dicegah dengan cara imunisasi,” ucap Dante.

Ia juga menghubungkan semangat imunisasi dengan peringatan ‘Hari Kebangkitan Nasional’ yang diperingati masyarakat Indonesia, Rabu, 20 Mei 2026. Tema menjaga tunas bangsa demi kedaulatan negara dinilai sejalan dengan upaya memperkuat perlindungan kesehatan anak Indonesia.

Dante mengajak masyarakat Aceh menjadikan momentum tersebut sebagai bagian gerakan imunisasi nasional melindungi generasi mendatang Indonesia. Ia berharap gerakan bersama tersebut mampu menghapus zero dose imunisasi bagi jutaan anak Indonesia secara bertahap.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyebut capaian imunisasi dasar lengkap tahun 2025 masih menjadi tantangan besar. Ia mengatakan cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Banda Aceh baru mencapai angka 34 persen tahun ini.

“Pada tahun 2025, capaian imunisasi dasar lengkap baru berada di angka 34%. Artinya, masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan perlindungan dasar terhadap penyakit yang berbahaya,” ujarnya.

Menurut Illiza, data pemerintah menunjukkan sebanyak 63 persen anak masih berstatus zero dose dan belum menerima vaksin dasar lengkap. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak bisa dianggap biasa karena berisiko meningkatkan penyebaran penyakit menular di masyarakat.

Illiza mengatakan kasus campak di Banda Aceh telah mencapai 119 kasus dan disertai munculnya pertusis atau batuk rejan. Selain itu, angka tuberkulosis di Banda Aceh juga tercatat mencapai lebih dari 1.600 kasus sepanjang periode terakhir.

Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat layanan primer melalui Puskesmas dan Posyandu agar masyarakat lebih mudah mengakses imunisasi. Selain itu, pemerintah juga melakukan pemetaan sasaran hingga tingkat gampong menggunakan pendataan ‘by name by address’.

👁 95 kali

Berita Terkait