Wamenkes Usulkan Imunisasi di Hari Libur untuk Tingkatkan Vaksinasi Anak

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono saat mengunjungi Aceh, Jumat, 22 Mei 2026.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono saat mengunjungi Aceh, Jumat, 22 Mei 2026.

BANDA ACEH - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengusulkan pelayanan imunisasi pada hari Sabtu atau Minggu untuk meningkatkan cakupan vaksinasi anak di Aceh. Usulan tersebut disampaikan karena keputusan imunisasi anak di Aceh banyak ditentukan pihak ayah dalam keluarga.

Menurut Dante, para ayah sering bekerja sehingga tidak berada di rumah ketika keputusan imunisasi diperlukan keluarga. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab rendahnya cakupan imunisasi di Provinsi Aceh saat ini.

“Di Aceh ini, yang memutuskan bapaknya, bapaknya bekerja kadang-kadang yang memberi keputusan tidak ada, sehingga anaknya tidak diimunisasi. Nanti akan kita buat modifikasi bagaimana misalnya imunisasi pada saat hari Sabtu atau hari libur sehingga bapaknya ikut,” ujarnya usai mengunjungi Puskesmas Batoh, Banda Aceh, Jumat, 22 Mei 2026.

Dante sendiri mengaku memilih melakukan kunjungan ke Aceh karena melihat masih terdapat sejumlah persoalan terkait rendahnya cakupan vaksinasi masyarakat. Ia menyebut persoalan imunisasi menjadi perhatian utama pemerintah dalam meningkatkan perlindungan kesehatan anak di daerah.

“Kenapa saya memilih untuk melakukan kunjungan di Banda Aceh, di Aceh ini ada beberapa masalah. Salah satu diantaranya adalah masalah tentang cakupan vaksin, imunisasi yang masih rendah,” ucap Dante.

Ia mengatakan saat ini cakupan imunisasi nasional mencapai 80,2 persen, sementara target pemerintah seharusnya berada pada angka 90 persen. Namun, menurutnya, cakupan imunisasi di Aceh masih berada pada kisaran 33 persen berdasarkan data lapangan yang diterimanya.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyebut capaian imunisasi dasar lengkap tahun 2025 masih menjadi tantangan besar. Ia mengatakan cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Banda Aceh baru mencapai angka 34 persen tahun ini.

“Pada tahun 2025, capaian imunisasi dasar lengkap baru berada di angka 34%. Artinya, masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan perlindungan dasar terhadap penyakit yang berbahaya,” katanya.

Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat layanan primer melalui Puskesmas dan Posyandu agar masyarakat lebih mudah mengakses imunisasi. Selain itu, pemerintah juga melakukan pemetaan sasaran hingga tingkat gampong menggunakan pendataan ‘by name by address’.

“Kami juga melakukan pemetaan sasaran sampai ke tingkat gampong. Jadi kita ingin memastikan data anak-anak yang belum imunisasi benar-benar akurat ‘by name, by address’ supaya tidak ada yang terlewatkan,” ucap Illiza.

👁 72 kali

Berita Terkait