Hingga Maret 2026, Imunisasi Bayi di Aceh, Baru Capai 2 Persen

Flyer Ayo Berikan Imunsasi Lengkap Pada Anak
Flyer Ayo Berikan Imunsasi Lengkap Pada Anak

BANDA ACEH - Capaian imunisasi dasar lengkap bagi bayi di Aceh hingga awal 2026 masih tergolong rendah. Dinas Kesehatan Aceh mencatat, hingga periode Januari-Maret 2026, realisasi imunisasi baru mencapai sekitar 1,9 persen atau dibulatkan menjadi 2 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM, Jumat (17/4), mengungkapkan bahwa angka tersebut menempatkan Aceh di peringkat ke-37 dari 38 provinsi secara nasional.

“Secara nasional, Januari sampai Maret kita baru 1,9 persen. Artinya, baru sekitar 2 persen bayi di Aceh yang mendapatkan imunisasi lengkap,” ujar Iman, pada Penguatan Peran Media Dalam Peningkatan Cakupan Imunisasi di Aceh.

Meski demikian, terdapat sejumlah daerah dengan capaian relatif lebih baik, seperti Lhokseumawe, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Aceh Singkil, dan Langsa.

Sebaliknya, beberapa daerah masih mencatatkan capaian rendah, di antaranya Pidie, Aceh Jaya, Sabang, dan Bireuen. Di wilayah tersebut, cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi dinilai masih sangat minim.

Menurut Iman, rendahnya capaian imunisasi di Aceh dipengaruhi oleh faktor utama berupa penolakan dari orang tua. Kekhawatiran terhadap efek samping pasca imunisasi menjadi alasan yang paling sering ditemukan.

“Berdasarkan survei, alasan tertinggi adalah ketidakmauan orang tua, terutama karena khawatir terhadap efek samping. Selain itu, masih banyak yang belum memahami manfaat imunisasi,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Kesehatan Aceh terus melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan memperkuat koordinasi dan pendekatan kepada pemerintah daerah.

Imam mencontohkan, daerah seperti Aceh Tengah dan Aceh Tenggara menunjukkan peningkatan capaian imunisasi berkat dukungan kuat dari pemerintah setempat.

“Kami terus melakukan pendekatan ke pemerintah daerah, terutama di wilayah dengan capaian rendah seperti Pidie, Bireuen, Sabang, dan Aceh Jaya, termasuk juga Banda Aceh dan Aceh Besar,” katanya.

la berharap, melalui penguatan dukungan pemerintah daerah, cakupan imunisasi di Aceh dapat meningkat secara signifikan.

Untuk tahun 2026, Dinas Kesehatan Aceh menargetkan minimal 50 persen bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

“Kendala utama memang pada dukungan pemerintah daerah. Jika dukungan rendah, maka capaian imunisasi juga ikut rendah. Karena itu, kami berharap komitmen semua pihak agar target 50 persen bisa tercapai,” pungkasnya.

Wakil Ketua IDAI Aceh, dr. Aslinar, Sp.A,.M.Biomed menyampaikan, Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan serius di Aceh karena penularannya yang sangat mudah, terutama di lingkungan dengan kepadatan tinggi dan kondisi rumah yang kurang ventilasi.

Setiap tahun kasusnya terus ditemukan, ini menunjukkan bahwa rantai penularan belum sepenuhnya terputus.

TBC bukan hanya soal pengobatan, tapi juga soal kesadaran masyarakat.

Banyak pasien yang terlambat memeriksakan diri atau tidak menyelesaikan pengobatan hingga tuntas, sehingga berisiko menularkan ke orang lain.

Karena itu, perlu penguatan edukasi, deteksi dini, serta kepatuhan minum obat selama minimal enam bulan.

"Selain itu, peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam mendukung kesembuhan pasien dan mencegah penyebaran lebih luas,” jelasnya.

 

👁 30 kali

Berita Terkait