MPU Aceh Nilai Pendekatan Ulama dan Adat Efektif Tingkatkan Vaksinasi

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Faisal Ali dalam media briefing ‘Mengejar Anak Zero Dose’ di Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Aceh, Banda Aceh, Kamis, 21 Mei 2026.
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Faisal Ali dalam media briefing ‘Mengejar Anak Zero Dose’ di Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Aceh, Banda Aceh, Kamis, 21 Mei 2026.

(BANDA ACEH) --Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Faisal Ali menyebut keterlibatan tokoh lokal berperan penting meningkatkan kesadaran vaksinasi masyarakat di Aceh. Ia mengatakan peningkatan tersebut terjadi melalui kerja sama dinas kesehatan bersama tokoh adat dan tokoh keagamaan setempat.

Faisal menjelaskan pendekatan kesehatan kepada masyarakat tidak cukup hanya menyampaikan aturan dan ketentuan hukum semata. Menurutnya, pendekatan kesehatan juga harus menyentuh kepentingan masyarakat yang bersifat lokal dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Karena bukan sekedar menyampaikan hukum tapi juga menyentuh Hal-hal kepentingan-kepentingan yang sifatnya lokal-lokal kita jadi bisa saja misalnya melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang bersifatnya adat,” ujarnya dalam media briefing ‘Mengejar Anak Zero Dose’ di Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Aceh, Banda Aceh, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menyebut kegiatan kemasyarakatan berbasis adat dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pentingnya kesehatan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Faisal mengatakan pendekatan tersebut terutama penting dilakukan demi menjaga kesehatan anak-anak di seluruh wilayah Aceh.

Menurutnya, MPU telah mendukung program kesehatan melalui penyampaian status hukum serta sosialisasi fatwa dalam berbagai kegiatan pengajian. Ia menjelaskan sosialisasi juga dilakukan melalui khutbah serta forum-forum kegiatan MPU yang berlangsung di tengah masyarakat.

“Sudah kita sampaikan sekedar apa yang mampu untuk kami lakukan dan juga kita sosialisasikan fatwa itu di berbagai forum kegiatan-kegiatan MPU. Dan juga melalui pesan-pesan dalam bentuk khutbah,” kata Faisal.

Faisal mengingatkan masyarakat Aceh sempat mengalami penolakan tinggi terhadap vaksin pada awal pandemi COVID-19 berlangsung. Namun, ia mengatakan pendekatan kearifan lokal bersama ulama berhasil meningkatkan persentase vaksinasi COVID secara bertahap di Aceh.

“Pada awal-awal COVID masyarakat Aceh itu susah sekali untuk kita lakukan vaksin, tapi alhamdulillah kerjasama kita melakukan pendekatan kearifan kita. Lokal kita dengan mengedepankan para ulama-ulama kita, akhirnya persentase vaksin COVID itu terus meningkat,” ucapnya.

Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Ferdiyus menekankan kolaborasi lintas sektor mempercepat penurunan angka zero dose imunisasi. Ia menyebut dukungan MPU Aceh penting memperkuat pendekatan keagamaan meningkatkan penerimaan imunisasi masyarakat daerah.

Ferdiyus mengatakan seluruh kabupaten dan kota di Aceh memiliki organisasi keagamaan membantu sosialisasi imunisasi masyarakat. Menurutnya, kerja sama lintas sektor diharapkan mampu menurunkan angka zero dose secara bertahap seluruh wilayah.

“Semua yang berbasis tentang keagamaan kita selalu di kabupaten, kota, sehingga mudah-mudahan secara masif kita bekerjasama. Untuk bagaimana cara pencapaian imunisasi supaya zero dosenya tidak terlalu tinggi lagi di Provinsi Aceh,” ujarnya.

Ia menargetkan capaian imunisasi tahunan mencapai minimal 95 persen melalui dukungan tenaga kesehatan puskesmas. Ferdiyus menyebut Provinsi Aceh memiliki sekitar 37 ribu tenaga kesehatan tersebar pada 366 puskesmas.

👁 77 kali

Berita Terkait