Kadinkes Lepas Tim TCK EMT Batch II Kemenkes untuk Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, sekaligus Ketua HEOC (Health Emergency Operation Centre) Provinsi Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, melepas Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Emergency Medical Team (EMT) Batch II Kementerian Kesehatan RI yang akan melanjutkan penanganan krisis kesehatan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh pada Selasa (6/1).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, sekaligus Ketua HEOC (Health Emergency Operation Centre) Provinsi Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, melepas Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Emergency Medical Team (EMT) Batch II Kementerian Kesehatan RI yang akan melanjutkan penanganan krisis kesehatan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh pada Selasa (6/1).

BANDA ACEH — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, sekaligus Ketua HEOC (Health Emergency Operation Centre) Provinsi Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, melepas Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Emergency Medical Team (EMT) Batch II Kementerian Kesehatan RI yang akan melanjutkan penanganan krisis kesehatan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh.

Pelepasan tim berlangsung di Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Aceh, Selasa (6/1/2026), sebagai bagian dari kesinambungan penugasan relawan kesehatan pascabencana banjir di Aceh.

Tim ini akan bertugas selama 14 hari dengan fokus utama memperkuat pelayanan kesehatan di puskesmas yang terdampak bencana dan juga ikut memberikan pelayanan kesehatan di posko-posko pengungsian bagi penyintas banjir.

Tim TCK EMT Batch II akan bertugas pada 5–18 Januari 2026 dengan fokus penugasan untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak di Kabupaten Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Utara.

Dalam arahannya, Ferdiyus menyampaikan Bencana Banjir dan Tanah Longsor melanda Aceh pada November lalu telah berdampak ke 18 Kabupaten/Kota di Aceh. Namun saat ini, di beberapa daerah, sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, namun layanan kesehatan tetap harus diperkuat di tujuh kabupaten terdampak utama.

Ia menekankan bahwa kondisi lapangan di beberapa wilayah, khususnya Aceh Tengah, masih menghadapi kendala akses akibat terputusnya jalan, ada beberapa lokasi yang masih harus dilalui dengan menggunakan tali sling baja.

“Relawan yang bertugas harus mampu menyesuaikan pelayanan dengan kondisi di lapangan. Di beberapa lokasi, fasilitas dasar seperti MCK masih sangat terbatas,” ujar Ferdiyus.

Kadinkes Aceh juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi psikososial penyintas banjir. Menurutnya, lebih dari 40 hari pascabencana, dampak terhadap kesehatan jiwa masyarakat mulai terasa, terutama pada anak-anak yang membutuhkan pendampingan trauma healing.

Selain pelayanan kuratif, Ferdiyus berharap kehadiran Tim TCK EMT Batch II dapat mendukung upaya promotif dan preventif, termasuk membantu meningkatkan cakupan imunisasi di Aceh yang saat ini masih tergolong rendah.

Ia juga mengingatkan relawan untuk memahami karakter masyarakat lokal serta memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

Dalam pelaksanaan tugas, ia meminta relawan memperkuat kolaborasi antar tim kesehatan di lapangan dan disiplin melakukan pelaporan kepada HEOC kabupaten. “Kalau misalnya satu tim banyak penyintas yang harus dilayani, dan ada tim lain di dekat situ, maka antar tim bisa saling bantu,” pinta Ferdiyus.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, sekaligus Ketua HEOC (Health Emergency Operation Centre) Provinsi Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, Foto Bersama dengan Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Emergency Medical Team (EMT) Batch II Kementerian Kesehatan RI yang akan melanjutkan penanganan krisis kesehatan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh di halaman kantor Dinkes Aceh pada Selasa (6/1/2026).

Sementara itu, perwakilan Kementerian Kesehatan RI, dr. Ghozali, menyampaikan bahwa hingga saat ini penyakit yang dominan ditemukan di lokasi terdampak bencana saat ini meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gatal-gatal, dan penyakit kulit akibat paparan debu serta sumber air yang belum bersih.

Ia menekankan pentingnya pencatatan setiap tindakan pelayanan kesehatan untuk dilaporkan secara berjenjang hingga ke tingkat pusat. Selain itu, dr. Ghozali juga mengingatkan seluruh relawan untuk mengutamakan keselamatan diri dan tim selama bertugas.

“Jaga diri, jaga teman, dan pastikan berangkat lengkap serta kembali lengkap,” pesannya.

👁 190 kali

Berita Terkait

Komentar (0)

Isi komentar