Tim EMT Dinkes Aceh Tembus Akses Ekstrem Layani Penyintas Banjir di Kampung Burlah Aceh Tengah

Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu yang dikirim oleh HEOC Dinas Kesehatan Aceh saat turun untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada penyintas banjir di Kampung Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah pada Senin (5 Januari 2026). Tim EMT Terpadu ini harus melewati akses ekstrem menggunakan tali sling untuk menjangkau lokasi.
Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu yang dikirim oleh HEOC Dinas Kesehatan Aceh saat turun untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada penyintas banjir di Kampung Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah pada Senin (5 Januari 2026). Tim EMT Terpadu ini harus melewati akses ekstrem menggunakan tali sling untuk menjangkau lokasi.

ACEH TENGAH — Dedikasi Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Dinas Kesehatan Aceh kembali terlihat dalam upaya pelayanan kesehatan bagi penyintas banjir di wilayah terpencil. Pada 5 Januari 2026, Tim EMT harus melewati akses ekstrem menggunakan tali sling untuk menjangkau Kampung Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Kampung Burlah merupakan salah satu wilayah terdampak parah bencana banjir yang menyebabkan akses jalan menuju desa putus total. Dari total 94 kepala keluarga (326 jiwa), sebanyak 48 rumah dilaporkan hilang terbawa banjir. Akses jalan menuju desa putus total, sementara listrik dan jaringan internet hingga kini belum tersedia.
Meski dihadapkan pada keterbatasan sarana dan medan yang sulit, Tim EMT Terpadu (Tim 1) tetap memberikan pelayanan kesehatan terpadu yang dipusatkan di Polindes Burlah. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan, penyuluhan kesehatan, hingga home care bagi pasien yang tidak dapat datang ke posko pengungsian.

Ketua Tim 1 EMT Terpadu HEOC untuk titik penugasan Aceh Tengah, Muhammad Jamil, SKM, M.Kes, melaporkan dari lapangan bahwa tim ini selain memberikan pengobatan kepada masyarakat, mereka juga melakukan trauma healing kpd anak-anak dan ibu-ibu pengungsi serta observasi kesehatan lingkungan, termasuk ketersediaan jamban sehat, sanitasi lingkungan, serta sumber air bersih yang sebagian besar berasal dari bak penampungan air pegunungan.

Layanan Kesehatan dan Trauma Healing

Selama pelayanan, Tim EMT mencatat 34 pasien rawat jalan, terdiri dari 1 anak usia di bawah lima tahun dan 33 pasien usia di atas lima tahun. Jenis penyakit terbanyak yang ditangani adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, nyeri otot, gangguan tulang dan sendi, hingga gangguan saraf.

Selain pelayanan di lokasi posko, Tim EMT Terpadu juga melakukan dua kunjungan rumah (home care) kepada pasien dengan kondisi khusus. Kunjungan tersebut diberikan kepada pasien dengan diagnosis Hernia Nucleus Pulposus (HNP) serta pasien yang mengalami Post Trauma Syndrome, yakni gangguan psikologis akibat trauma pascabanjir bandang yang dialami.

Home care dilakukan karena kondisi pasien tidak memungkinkan untuk datang langsung ke lokasi pelayanan kesehatan. Dalam kunjungan tersebut, tim memberikan pemeriksaan medis, edukasi kesehatan, serta pemantauan lanjutan guna mencegah perburukan kondisi fisik maupun psikologis pasien.
Satu pasien dengan kondisi Hernia Nukleus Pulposus (HNP) yang memerlukan Tindakan segera untuk dirujuk ke RSUD Datu Beru agar bisa mendpatkan penanganan lanjutan.

Selain layanan medis, tim juga memberikan trauma healing kepada 31 anak pengungsi melalui pendekatan komunikasi kesehatan yang menyenangkan, seperti bernyanyi, permainan interaktif, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk eduksi pentingnya cuci tangan pakai sabun.

Kehadiran Tim EMT Terpadu Dinas Kesehatan Aceh di wilayah terisolasi ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat terdampak bencana, bahkan di daerah dengan akses paling sulit sekalipun.

Selain itu Tim juga menyalurkan titipan donasi bantuan untuk pengungsi berupa kain sarung, sikat gigi dan peralatan mandi dari Alumni SMU 81 Jakarta angkatan 98, serta sedekah roti dan air mineral dari praktek Bidan Mandiri Bidan Ine Isna di Banda Aceh untuk anak pengungsi di Kampung Burlah Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah.

Sebelumnya diberitakan bahwa HEOC Dinkes Aceh sejak Sabtu (3/1) memobilisasi sebanyak 126 personil Tim EMT Terpadu Batch-V untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para penyintas banjir di berbagai lokasi di Aceh. Selain ke Aceh tengah, tim EMT Terpadu Batch V juga disebar ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, dan Aceh Timur.

Sebanyak 126 personel tim ini telah diberangkatkan dari posko HEOC Dinkes Aceh tersebut dibagi ke dalam 21 tim, dengan rincian Pidie Jaya (2 tim), Aceh Utara (4 tim), Bener Meriah (2 tim), Aceh Tengah (3 tim), Aceh Timur (4 tim), Aceh Tamiang (4 tim), dan Gayo Lues (2 tim). Tim EMT Terpadu terdiri dari dokter, perawat, bidan, apoteker, serta tenaga kesehatan dari berbagai subklaster penanggulangan bencana.

Selain memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, tim juga bertugas mempersiapkan masa transisi layanan kesehatan yang selanjutnya akan diambil alih oleh dinas kesehatan kabupaten/kota setempat.

👁 364 kali

Berita Terkait